Industri Modifikasi dan Aftermarket

Program Penjualan Kreatif di Tengah Pandemi

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 31 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi COVID-19 mau tak mau membuat para pelaku industri modifikasi dan aftermarket semakin kreatif untuk tetap menjalankan usahanya. Apa saja?

National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Indonesia Modification Expo (IMX) terus berupaya mendukung perkembangan dunia modifikasi dan komponen aftermarket Tanah Air. Salah satunya dengan secara aktif mendorong tagar #jagaotomotifindonesia di tengah masa pandemi COVID-19.

Bentuk nyatanya adalah dengan mengadakan sejumlah kegiatan online yang harapannya bisa mendorong bergairahnya dunia modifikasi dan aftermarket di tengah keterbatasan.

Beberapa kegiatan online yang diadakan pun sukses menggaet ratusan peserta dengan melibatkan beberapa perusahaan komponen aftermarket, modifikator, dan juga didukung pembekalan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Kami tak menyangka jika kegiatan webinar secara daring, justru menarik banyak perhatian khalayak. Perhatian khalayak pun ternyata tak berhenti begitu saja. Untuk beberapa merek aftermarket dan modifikator yang dilibatkan justru membawa berkah penjualan," kata Andre Mulyadi, Founder NMAA sekaligus Project Director IMX.

Di tengah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dunia usaha memang wajib kreatif dalam melaksanakan pemasaran. Peran NMAA dan IMX dalam hal ini adalah mempertemukan pasar yang potensial untuk produk aftermarket atau jasa modifikasi yang dibutuhkan dengan menggandeng salah satu market place terbesar di Indonesia, Tokopedia.

Karena sebenarnya, hampir semua pelaku industri modifikasi sudah mengubah cara berjualan mereka melalui online platform dan market place. Terbukti dari meningkatnya nilai transaksi penjualan kategori otomotif di Tokopedia yang sejak 2019 lalu sampai saat ini mencapai 22 kali lipat.

Yoong Motor Group sudah beberapa bulan ini menggalakkan penjualan secara online.

"Konsep penjualan online yang kami lakukan juga dibarengi dengan program promo. Misalnya untuk setiap pembelian headlamp kami beri gratis fog lamp," ujar Yomin Sugianto, punggawa Yoong Motor Group, seraya menyebut jika strategi tersebut tak membuat penurunan penjualan tak terlampau signifikan.

Sementara itu, V-Kool Indonesia memperkuat penetrasi penjualannya dengan sistem jemput bola.

"Penjualan kita bergantung pada penjualan otomotif. Secara internal kita lakukan perbaikan ke dalam. Sales giat service dan jemput bola tidak bisa santai. Kita jemput bola, kami bisa pasang ditempat dengan tetap patuhi protokol kesehatan," ucap Lianto Winata, Business Development Director PT V-Kool Indo Lestari.

Hal senada juga dilakukan workshop spesialis interior Vertue Concept.

"Untuk penggantian interior mobil, konsumen tidak perlu keluar rumah. Dengan perjanjian, tim kami yang akan membongkar pasang interior mobil di lokasi konsumen dan mengerjakannya di workshop. Selain itu saat ini kami juga melayani fogging interior mobil di rumah konsumen, yang bisa menjaga interior mobil tetap bersih dan sehat," tutur Edy, bos Vertue Concept.

Sebagai perusahaan multinasional, Pioneer Indonesia juga mengikuti anjuran Pemerintah untuk #workfromhome bagi semua pekerjanya. Karena itu, sejak akhir Maret, Pioneer Indonesia memacu penjualan produknya secara online dan melalui market place seperti Tokopedia.

"Belum lama ini kami juga merilis produk baru secara online agar konsumen memiliki pilihan produk yang lebih beragam. Produk barunya merupakan Pioneer Smart Unit Receiver yang berbasis Android, dengan layar 8 inci yang bisa dilepas dan digunakan sehari-hari selayaknya tablet," jelas Adi Wijaya, Brand Manager Pioneer Indonesia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA