Robot Ini Bisa Lakukan Deteksi Awal COVID-19

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 31 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Antwerp - University Hospital Antwerp di Belgia memiliki robot yang dapat berbicara dalam 53 bahasa, yang mampu mendeteksi demam dan menentukan orang memakai masker atau tidak, sebagai garis kontrol terdepan di rumah sakit.

Orang yang datang ke University Hospital Antwerp akan menjawab pertanyaan secara online atau di kios interaktif. Robot bernama CRUZR itu akan memindai kode QR, memeriksa jawaban, memeriksa suhu dan menentukan apakah pengunjung mengenakan masker dengan benar.

Mengutip Reuters, CEO Zorabots Fabrice Goffin mengatakan bahwa robot tersebut telah ada di rumah sakit dan hotel sejak 2013, namun kini memiliki peran baru. Dia menegaskan, robot tersebut tidak menguji COVID-19, namun bisa mendeteksi tanda-tanda yang berguna.

"Robot ini dapat bergerak, dapat menghampiri orang, dapat berbicara dengan orang dan berbicara dalam bahasa asli mereka, dengan lebih dari 53 bahasa," kata Goffin.

Manager operasi rumah sakit, Michael Vanmechelen, mengatakan seseorang yang menunjukkan tanda-tanda demam dapat diarahkan oleh robot, perangkat tanpa-sentuh, menuju ke area terpisah.

Rumah sakit biasanya menerima 2.000 pasien sehari dan akan mulai menerima kembali pengunjung pekan depan karena kehidupan di Belgia kembali relatif normal setelah pembatasan wilayah karena virus corona.

Jan Bussels, CEO Digitopia, perusahaan Belgia yang mengembangkan perangkat lunak dan antarmuka, mengatakan bahwa robot tersebut dirancang untuk membantu mengambil alih pekerjaan yang berulang dan memungkinkan staf medis yang memiliki banyak tugas untuk fokus pada pekerjaan inti mereka, yaitu memberi perawatan.

Robot, yang dibanderol dengan harga 30.000 euro atau sekitar Rp488 juta itu telah dijual ke sejumlah klinik di Prancis, Belanda, AS, dan Rwanda, serta di beberapa toko komputer di Belgia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA