VW Kucurkan 2,1 Miliar Euro Demi Mobil EV di China

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 31 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Beijing - Volkswagen (VW) berencana untuk meningkatkan persaingan mobil listriknya di China, pasar mobil terbesar di dunia, dengan menggelontorkan dana sebesar 2,1 miliar euro kepada dua pemain kendaraan listrik (EV) China.

Kesepakatan itu hadir ketika rival global seperti General Motors, Toyota, dan Tesla Inc berusaha untuk memperluas penjualan kendaraan listrik di pasar otomotif China.

VW mengatakan akan menginvestasikan 1 miliar euro untuk mengambil 50 persen saham di perusahaan induk milik negara Anhui Jianghuai Automobile Group (JAC Motors), juga mengambil kendali manajemen penuh atas usaha patungan kendaraan listrik yang ada dengan JAC dengan meningkatkan kepemilikannya menjadi 75 persen, setelah sebelumnya di angka 50 persen.

Kepala Volkswagen China Stephan Woellenstein mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk mengubah satu pabrik JAC yang ada dan meluncurkan model listrik pertama berdasarkan platform MEB, sebuah arsitektur yang memungkinkan produksi efisien berbagai model EV, pada tahun 2023.

Perusahaan patungan itu akan meluncurkan lima model listrik lagi pada tahun 2025, sejalan dengan VW yang bertujuan untuk menjual 1,5 juta kendaraan energi baru (NEV), termasuk mobil listrik baterai serta kendaraan plug-in hybrid dan sel bahan bakar hidrogen.

Dalam transaksi terpisah, VW akan membayar 1,1 miliar euro untuk mengakuisisi 26,5 persen saham Guoxuan High-tech Co Ltd, pembuat baterai kendaraan listrik, menjadi pemegang saham terbesarnya.

Raksasa otomotif Jerman itu mengatakan bahwa Guoxuan, yang berbasis di Hefei seperti JAC, akan memasok baterai ke model EV di China.

Woellenstein menyebut Provinsi Anhui, di mana Hefei berada, akan menjadi pusat manufaktur EV Volkswagen di China. VW pun tidak mengubah strategi EV di China, katanya.

Dia menambahkan keseluruhan penjualan mobil China pada paruh kedua tahun ini akan sama dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan setahun penuh Volkswagen China akan lebih rendah dari tahun lalu karena kehilangan penjualan di bulan-bulan pertama.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA