Joko Anwar Ungkap Kelebihan Video di Galaxy S20

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 05 Mei 2020
share
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Jajaran Samsung Galaxy S20 telah resmi masuk Indonesia sejak Maret 2020 yang lalu. Smartphone flagship ini menawarkan berbagai fitur untuk mendukung produktivitas penggunanya dalam berbagai hal, termasuk membuat konten video.

Sutradara kenamaan Joko Anwar pun mengakui kemampuan video di Galaxy S20 series yang terbilang mengagumkan untuk ukuran smartphone.

Bagi para kreator konten Galaxy S20 menawarkan fitur-fitur yang mengakomodir segala kebutuhan dalam proses pembuatan video. Memiliki sensor kamera yang mumpuni membuat ponsel masa kini layak dijadikan sebagai perangkat rekam video. Dimensinya yang kecil memudahkan para kreator konten atau mereka yang senang membuat video, dapat mengabadikan momen-momen kapan pun dengan mudah.

Berdasasrkan pengalaman Joko Anwar, dari beberapa workshop film yang pernah dilakukan, tantangan terbesar dari membuat film adalah biaya yang cukup tinggi untuk punya atau sewa kamera yang mumpuni. Belum lagi, beberapa lokasi yang cukup sulit untuk membawa kamera.


"Jadi, untuk para content creator baru ataupun mereka yang inin membuat video dengan baik, sekarang bisa mulai coba buat film pakai Galaxy S20, sebab kecanggihan kamera yang ditawarkan sangat mumpuni untuk membuat video layaknya film berkualitas profesional," ujar pria yang populer dengan film seperti Gundala dan Pengabdi Setan ini.

Berikut 3 Keunggulan Galaxy S20 menurut Joko Anwar untuk membuat video dengan story lebih menarik:

1. Video dengan Resolusi 8K

Dalam pembuatan film pendek, resolusi video merupakan salah satu aspek yang krusial dalam menentukan kualitas film secara keseluruhan. Samsung Galaxy S20 dilengkapi kemampuan merekam video hingga kualitas 8K yang memiliki resolusi sebesar 7.680 x 4.320 piksel, setara dengan 33 juta piksel. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur 8K Snap pada Galaxy S20 untuk menghasilkan foto beresolusi 33MP.

2. Super-steady 2.0 untuk Merekam Video dengan Stabil

Salah satu fitur yang diperbarui pada Samsung Galaxy S20 adalah Super-steady 2.0. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merekam video yang sangat stabil berkat teknologi Advanced Rolling Correction hingga 60 derajat (sebelumnya 30 derajat pada Galaxy S10). Dibekali dengan teknologi AI Motion Analysis and Prediction, pengguna dapat mengambil video layaknya menggunakan gimbal seperti videographer profesional.

Biasanya pembuat film menggunakan perangkat tambahan berupa gimbal untuk mendapatkan hasil video yang stabil dan minim guncangan. Dengan kecanggihan yang dibawa oleh Galaxy S20, mengambil video yang stabil tidak perlu repot-repot lagi.

Fitur Super Steady 2.0 sangat membantu pembuat film dalam proses pengambilan video di medan yang menantang dengan hasil yang maksimal. Sebelumnya di seri Galaxy Note10 Super Steady dapat meredam guncangan hingga 30 derajat. "Sekarang di Galaxy S20 dapat menahan guncangan hingga 60 derajat, kebayang kan bagaimana smooth-nya video yang diambil dalam keadaan banyak bergerak," tambah Joko.

3. Teknologi Nona-binning, Video Lebih Jelas Meski Minim Cahaya

Teknologi low-light yang diusung pada kamera pada lini Galaxy S20 menawarkan berbagai inovasi yang memudahkan para pengguna untuk mengambil gambar dan video dalam keadaan minim cahaya. Dimulai dari Nona-Binning pada kamera S20 Ultra yang mampu menggabungkan sembilan piksel menjadi satu untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih kaya dan tajam.

Mode Video HDR yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan detail dengan paduan brightness dan kontras yang mendekati kualitas pandangan mata manusia. Hingga mode Pro Video yang memungkinkan pengguna untuk mengatur ISO, Shutter Speed, dan White Balance sesuai kebutuhan.

Menurut Joko, cahaya merupakan salah satu aspek dalam pembuatan film yang sangat penting untuk diperhatikan. Sering kali kita dihadapkan pada kondisi pencahayaan di lokasi pengambilan gambar atau video yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita.

"Dengan Galaxy S20, hal tersebut dapat diatasi berkat teknologi Nona-Binning, mode HDR dan mode Pro Video untuk pengaturan ISO, Shutter Speed, dan White Balance sesuai kebutuhan. Dengan begitu, pembuat film dapat menghasilkan video dengan pencahayaan yang maksimal," pungkas Joko Anwar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA