Daihatsu Masih Pertahankan Target Pangsa Pasar 17%

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Sabtu 20 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Meski pandemi virus corona (COVID-19) menyebabkan merosotnya angka penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, namun Astra Daihatsu Motor (ADM) masih tetap mempertahankan dan tidak memberikan koreksi pada target penjualan mereka untuk tahun 2020 ini.

"Target market share kami tetap berada di angka 17 persen, angka ini tidak berubah tidak ada koreksi untuk target market share tersebut," ungkap Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head AI-DSO, dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/6/2020).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Daihatsu tetap memiliki visi untuk mempertahankan posisi nomor dua dalam penjualan kendaraan di Indonesia di bawah Toyota.

Untuk dapat mempertahankan target itu, ADM memiliki serangkaian cara agar produknya tetap dilirik oleh para pecinta otomotif di Indonesia. Meski demikian, mereka tidak lagi menjanjikan paket spesial seperti pemberlakuan uang muka atau DP yang rendah seperti yang terdahulu.

"Sekarang ini, memang agak sulit untuk mengeluarkan paket-paket seperti DP murah dan DP rendah, lalu angsuran ringan dan sebagainya. Jujur, memang situasi saat ini memang agak sulit karena kami tidak bermain sendiri," ujar Hendrayadi.

Dia menjelaskan bahwa pada masa seperti sekarang ini, 70 hingga 75 persen penjualan dilakukan secara kredit walaupun posisi pembelian secara cash terus meningkat.

"Yang akan kita keluarkan adalah paket-paket yang dianggap memiliki risiko rendah baik oleh pembeli maupun dengan leasing company, tetapi kita tetap berusaha memberikan insentif seperti pada waktu sesi tertentu kita melakukan promo-promo," tambah Hendrayadi.

Saat ini, pembelian secara tunai memang mengalami peningkatan. Sebelum pandemi, Hendrayadi pernah mengungkapkan 75 persen pembayaran dilakukan secara kredit, sementara 25 persen menggunakan cara tunai.

"Periode Maret, April, dan Mei, yaitu pada periode pandemi, (pembayaran) kredit turun sebanyak 7 persen dan tunai naik menjadi 8 persen. Jadi ini tampaknya sekarang ini menjadi tunai 32 persen dan kreditnya 68 persen," ujar dia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA