Industri Modifikasi Masih Bertahan Saat COVID-19

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Sabtu 20 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Industri modifikasi otomotif yang bergerak di bidang jasa maupun produk aftermarket berupaya untuk tetap bertahan meski di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Indonesia Modification Expo (IMX) yang menaungi pemain modifikasi maupun aftermarket, ingin mendorong kreatifitas pelaku usaha dengan menyediakan pameran sebagai media mereka mengenalkan produk.

"Di tengah situasi saat ini kami mencoba mendorong pelaku-pelaku usaha dalam industri modifikasi dan aftermarket agar tetap berjalan," kata Andre Mulyadi, NMAA Founder sekaligus IMX Project Director, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

"Kami yakin modifikator dapat bertahan dengan berbagai strategi kreatif mereka, karena kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari para modifikator," lanjut dia.

NMAA akan menggelar Tokopedia IMX 2020 pada 10-11 Oktober mendatang untuk menggali potensi produk aftermarket dan jasa modifikasi dengan konsumennya melalui market place Tokopedia.

Mengenalkan produk melalui market place bukan hal baru di industri otomotif. Toko velg dan ban legendaris Permaisuri Ban yang sudah lama berjualan di Tokopedia menilai cara itu sangat efektif untuk menjangkau calon konsumen di luar kota maupun yang hanya mau berbelanja dari rumah.

"Kondisi saat ini membuat Permaisuri Ban memiliki protokol kesehatan khusus di toko. Selain itu, tentunya kami menggenjot penjualan melalui market place," kata Wibowo Santosa, pemilik Permaisuri Ban.

Sementara itu, produk aftermarket perawatan kendaraan asal AS, Turtle Wax, yang di Indonesia digawangi oleh PT Laris Chandra memajukan konsep 'DIY' atau 'Do It Yourself' untuk hampir semua produk yang dijualnya.

Konsumen bisa langsung memakai produk perawatan kendaraan profesional yang bisa langsung digunakan ke mobilnya di rumah dengan sangat mudah, sehingga sangat berguna di masa-masa pandemi seperti saat ini.

"Dengan lebih dari 30 varian produk perawatan mobil yang diluncurkan di Indonesia, membuat Turtle Wax bisa menjadi pilihan perawatan eksterior dan interior mobil untuk konsumen yang saat ini masih membatasi kegiatan di luar rumah," jelas Stanley Tjhie, Business Director PT Laris Chandra.

Dari dua contoh tersebut membuktikan bahwa industri modifikasi dan aftermarket dapat bertahan di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Secara historis industri modifikasi dan aftermarket Indonesia telah banyak menghadapi berbagai kesulitan yang mempengaruhi kegiatan bisnis. Akan tetapi, sebagai sebuah industri yang unik, dengan banyak pelaku bisnis dan user yang sebagian besar adalah pehobi otomotif, pada akhirnya bersama-sama menemukan cara untuk pulih dari kondisi-kondisi tersebut.

"Kami yakin bahwa dengan banyaknya pelaku usaha modifikasi dan aftermarket yang mendorong cara-cara penjualan secara digital dengan dukungan SDM dan produk yang sesuai akan membuat industri ini akan pulih dengan cepat. Kami di NMAA dan IMX juga akan terus mendukung pelaku modifikasi dan aftermarket agar industri ini kembali bergairah meski di tengah keterbatasan," tutup Andre Mulyadi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA