https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 June 2020 - 06:30 wib

Cara Mudah Periksa Kondisi Ban Mobil dari Hankook

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, masyarakat dapat kembali beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi. Namun, sebelum Anda menjalankan mobil, sebaiknya periksa komponen terluar kendaraan, yakni ban.

PT Hankook Tire Sales Indonesia mengingatkan kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi ban sebelum berkendara, apalagi pada mobil yang lama terparkir selama masa PSBB.

President Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin mengatakan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengecek ban mobil yang sudah lama tidak digunakan, dimulai dari tampak permukaan ban. Jika terdapat kotoran seperti kerikil, cukup cuci ban dengan menyikatnya.

"Jika terdapat garis-garis halus atau retakan pada permukaan atau dinding ban, maka ban harus segera diganti," kata Shin, dalam keterangan tertulisnya.

"Pada umumnya, retakan yang terdapat pada permukaan ban menandakan usia ban dan tekanan angin pada ban, jadi ketika karet ban semakin getas, maka ban sebaiknya harus segera diganti," tambah dia.

Shin menambahkan opsi alternatif seperti penggunaan cairan silikon atau penghitam ban untuk retakan halus seperti rambut ataupun opsi vulkanisasi pada retakan di dinding bagian samping ban tidak menjadi solusi untuk pemakaian jangka panjang.

Selanjutnya, pemilik kendaraan juga harus mengecek tingkat keausan dari ban itu sendiri. Untuk memudahkan para pengguna dalam mengetahui tingkat keausan ban, pabrikan ban telah memberikan Tread Wear Indicator (TWI) yang diletakkan di setiap ban.

"TWI ini berbentuk tanda segitiga yang terdapat pada dinding ban. Pada satu ban, biasanya terdapat sekitar enam (6) tanda TWI di dinding ban yang mendekati dasar tapak ban. Jika tanda segitiga TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti," jelas dia.

Ban yang aus dapat menurunkan kapabilitas pengereman dan berisiko licin, khususnya di jalanan basah, sehingga kendaraan mudah tergelincir. Tentunya, kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan para pengguna.

Jadi, setiap pemilik ban penting untuk memperhatikan tingkat keausan dari ban tersebut. Pada umumnya, ban harus diganti jika telah berjalan sejauh 40.000 hingga 60.000 kilometer.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Per 1 September 2021, Gerbang Tol Cileunyi Baru Mulai Dioperasikan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) mulai mengoperasikan GT
berita-headline

Viral

Bendung Taliban dari Dunia Maya, Ini Langkah Facebook

Jatuhnya ibu kota Kabul, Afghanistan ke tangan kelompok bersenjata Taliban, membuat aplikasi What
berita-headline

Viral

Daftar Bank yang Raih Penghargaan Indonesia Top 40 Bank Awards 2021

Laju pertumbuhan ekonomi yang membaik pada kuartal kedua tahun 2021 sebaiknya harus dijaga bersama.
berita-headline

Rileks

Tiga Faktor Penyebab Timbulnya Penyakit

INILAHCOM, Jakarta - Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pa
berita-headline

Kanal

Selesai Uji Beban, Flyover Ahmad Yani Segera Beroperasi di Semarang

Selesai Uji Beban, Flyover Ahmad Yani Segera Beroperasi Mendukung Kelancaran Lalu Lintas Bandara