8 Serangga Menjijikkan Ini Bisa Jadi Makanan Anda

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 21 Juni 2020
share
 

MELEDAKNYA populasi dunia memaksa manusia mencari makanan alternatif di masa depan. Delapan serangga yang terbilang menjijikkan ini suatu saat nanti bisa menjadi makanan Anda.

Populasi penduduk dunia kini telah melewati angka 7,5 miliar. Semakin banyaknya penduduk, makanan yang tersedia pun akan semakin menipis di masa depan.

Para ahli menyebutkan bahwa suatu saat manusia tidak punya pilihan lain selain memakan serangga, beberapa di antaranya bahkan direkomendasikan badan pangan PBB --Food and Agriculture Organization (FAO)-- untuk menjadi makanan manusia di masa depan.

Berikut delapan serangga menjijikan yang direkomendasikan oleh FAO:

1. Ulat Bulu Mopane

Ulat Bulu Mopane adalah fase larva dari ngengat The Emperor Moth (Imbrasia Belina) yang lazim ditemui di Afrika Selatan.

Secara tradisional, ulat ini direbus dalam air asin, kemudian dijemur. Bentuk keringnya dapat bertahan selama beberapa bulan tanpa pendingin.

Ulat Bulu Mopane bahkan lebih bergizi dari daging sapi yang biasa Anda makan dan pemanenannya adalah industri jutaan dolar AS di Afrika Selatan.

2. Belalang Chapulines

Chapulines adalah belalang yang lazim menjadi makanan di wilayah Meksiko bagian Selatan. Belalang ini sering dipanggang dan dibumbui dengan bawang putih, jeruk lemon dan garam, atau dengan bubuk cabai kering.

Jenis belalang ini dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan protein. Kandungan proteinnya disebut mencapai lebih dari 70 persen.

3. Rayap

Ingin menyingkirkan Rayap yang menggerogoti perabotan kayu di rumah Anda? Caranya mudah, yakni dengan memakannya.

Memakan Rayap adalah hal yang lazim di Amerika Selatan dan Afrika. Rayap biasanya digoreng, dikeringkan, diasapi, atau dikukus dengan daun pisang.

Rayap umumnya mengandung 38 persen hingga 64 persen protein. Rayap juga kaya akan zat besi, kalsium, asam lemak esensial, dan asam amino seperti triptofan.

4. Ulat Witchetty

Bagi suku Aborigin di Benua Australia, ulat ini adalah bahan makanan. Ketika dimakan mentah, ulat ini rasanya seperti kacang almond. Dan saat dimasak di atas arang, kulitnya akan berkembang dan terasa renyah, beraroma seperti ayam panggang.

Ulat Witchetty penuh dengan kandungan asam oleat, yakni kandungan lemak tak jenuh Omega-9 yang sangat sehat.

5. Kutu Beras

Kutu Beras banyak dikonsumsi di dunia barat khususnya Belanda. Kutu ini selain dikonsumsi oleh manusia, juga digunakan untuk pakan ternak.

Nilai gizi Kutu Beras sulit untuk dikalahkan. Mereka kaya akan tembaga, sodium, potasium, zat besi, seng, dan selenium.

Kutu Beras bahkan sebanding dengan daging sapi dalam kandungan protein, tetapi juga memiliki banyak lemak sehat dan lemak tak jenuh.

6. Walang Sangit

Serangga beraroma menusuk hidung yang masuk dalam golongan Hemiptera ini banyak dikonsumsi di seluruh wilayah Asia, Amerika Selatan, dan Afrika.

Karena baunya yang menyengat, Walang Sangit biasanya tidak dimakan mentah-mentah kecuali kepalanya diputus terlebih dahulu untuk membuang baunya.

Mengandung nutrisi penting seperti protein, besi, kalium dan fosfor, Walang Sangit biasanya dipanggang atau direndam dalam air kemudian dijemur hingga kering.

7. Kumbang Palm Afrika

Kumbang Palm (Rhynchophorus Phoenicis) adalah makanan yang lazim dikonsumsi suku-suku di Afrika. Tubuhnya penuh dengan lemak dan juga sering dimakan secara mentah-mentah.

Kumbang ini diketahui mengandung nutrisi seperti kalium, seng, zat besi, dan fosfor, serta beberapa asam amino dan asam lemak tak jenuh.

8. Ulat Tepung

Sama seperti Walang Sangit, Ulat Tepung juga memiliki aroma yang menyengat dan masuk dalam golongan Hemiptera.

Ulat Tepung pun mengandung nutrisi penting seperti protein, besi, kalium dan fosfor. Memakannya biasanya dengan cara dipanggang atau direndam dalam air kemudian dijemur hingga kering.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA