Amazon Tangkal Serangan DDoS Terbesar di Dunia

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Senin 22 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Seattle - Amazon mengaku berhasil menangkal serangan siber berjenis DDoS (Distributed Denial-of-Service) terbesar di dunia.

Pengakuan itu disebutkan dalam laporan terbaru yang dirilis Amazon terkait beragam ancaman yang ditangkal oleh sistem keamanan siber perusahaan, AWS Shield, pada kuartal pertama (Q1) 2020.

Berdasarkan laporan tersebut, Amazon mengungkap bahwa perusahaan berhasil menepis 'rekor baru' serangan DDoS sebesar 2,3 terabit per detik (Tbps) pada pekan ketiga Februari lalu.

Akibat serangan tersebut, Amazon bahkan sempat menjadikan tiga hari di dalam pekan tersebut sebagai 'hari darurat'.

Apabila dibandingkan serangan DDoS yang pernah terjadi sebelumnya, serangan yang dialami Amazon tersebut terbilang jauh lebih tinggi.

Mengutip The Verge, rekor serangan siber terbesar terjadi pada 2018 lalu, di mana platform keamanan NetScout Arbor 'hanya' menangkal sekitar 1,7 Tbps serangan DDoS.

Sekitar satu bulan sebelumnya, platform coding GitHub mengaku bahwa situsnya menerima trafik sebesar 1,35 Tbps dari serangan DDoS.

Amazon Network Volumetric Events yang dipantau Amazon di Q1 2020 menunjukkan bahwa pada pekan ketiga Februari ada tumpukan data sebanyak 2,3 Tbps berupa serangan DDoS.

Pihak Amazon menyebut bahwa mereka belum pernah menerima serangan DDoS dengan jumlah semasif itu. Bahkan, terhitung sejak Q2 2018 hingga Q4 2019, serangan DDoS yang berhasil ditangkal AWS Shiled dilaporkan tak kurang dari 1 Tbps.

Meski tercatat paling besar, namun tidak disebutkan siapa pelaku di balik serangan DDoS tersebut, berikut situs atau platform pengguna AWS mana yang dijadikan sasaran oleh para peretas.

Tapi yang pasti, metode serangan DDoS yang paling banyak dipakai adalah 'CLDAP reflection'.

Sebagai informasi, DDoS merupakan serangan paket data dalam jumlah besar ke server. Masifnya jumlah paket data yang diterima dalam waktu bersamaan dapat mengakibatkan server melambat, bahkan bisa tumbang.

Adapun 'CLDAP reflection' merupakan metode DDoS yang memanfaatkan server pihak ketiga (third-party) untuk melipatgandakan jumlah data yang dikirim ke alamat IP korban.

Data yang dilipatgandakan itu bisa berkisar 56 hingga 70 kali lipat dari besar data aslinya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA