Akhir Tahun, ISS Bakal Punya Sistem Toilet Baru

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 23 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, New York - Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) rencananya akan menerima pengiriman sistem toilet baru dan lebih baik pada akhir tahun ini.

Bernama Universal Waste Management System (UWMS), sistem toilet milik NASA ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi ruang lavatorial dan apa yang dibutuhkan manusia untuk melakukan kunjungan panjang (misalnya ke Mars) dengan nyaman.

Peluncuran ditargetkan tidak lebih awal dari musim gugur, demikian menurut juru bicara NASA yang dikonfirmasi Space.com. Saat ini, belum ditentukan pesawat ruang angkasa apa yang akan membawa UWMS.

"Dalam jangka panjang, toilet baru ini akan dipersiapkan untuk pengelolaan limbah dan beberapa tantangan yang diantisipasi para ahli pada misi di masa depan," ucap Jim Broyan, Wakil Manager Program untuk Pengendalian Lingkungan dan Teknologi Pendukung Kehidupan, Kesehatan Kru, dan Kinerja di Johnson Space NASA.

Pada misi manusia ke Mars, NASA bertujuan melindungi planet dari praktik kontaminasi silang oleh organisme hidup. Salah satunya adalah pengumpulan dan penyimpanan limbah. Terutama limbah manusia yang penuh dengan mikroba.

Dengan demikian, astronot yang akan mendarat di Mars di masa depan, tidak meninggalkan kantung kotoran seperti misi Apollo.

Toilet yang saat ini ada di ISS dirancang pada tahun 1990-an dan berdasarkan padanan pesawat ulang-alik pada waktu itu. Fasilitas ini masih banyak kekurangan karena tidak nyaman saat dipakai, terutama bagi astronot wanita.

Untuk misi Mars, karena kebutuhan akan penerbangan jauh lebih lama, Broyan mengatakan bahwa itu perlu mengelola sekitar 270 kilogram limbah padat dan sekitar 75 persen di antaranya adalah air. Ini menjadi tantangan baru bagi para peneliti.

"Tujuan kami di masa depan adalah untuk menstabilkan dan mengeringkan sisa metabolisme agar mikroba tidak aktif dan mungkin menggunakan kembali air itu sehingga mengurangi jumlah bahan habis pakai untuk pispot," kata dia.

"Karena itu benar-benar menumpuk pada misi yang panjang, kami jadi bertanya-tanya: bisakah kita menggunakan kembali beberapa limbah?" imbuh Broyan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA