GM-Wuling Besut Pembangkit Listrik Baterai Bekas

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Sabtu 04 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Nanning - Meningkatnya penggunaan mobil listrik di China mendorong perusahaan otomotif mengembangkan teknologi yang dapat memanfaatkan komponen baterai bekas.

Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC) bersama General Motors (GM) dan Wuling menggarap peluang itu dengan mendirikan perusahaan patungan yang mengoperasikan pembangkit energi dari baterai bekas tersebut.

Pembangkit energi itu terletak di Provinsi Guangxi, mengandalkan tumpukan baterai bekas dari gudang Baojun di Liuzhou. Baterai bekas tersebut dirancang kembali untuk menyimpan daya dari pembangkit energi lokal, misalnya dari angin atau matahari (solar cell).

Fasilitas energi itu dapat dimanfaatkan masyarakat saat jam-jam sibuk dimana mayoritas rumah tangga menggunakan listrik. Metode kerja pembangkit energi itu adalah menyimpan daya dari angin dan matahari, menyimpannya, kemudian didistribusikan kepada jaringan mereka.

"Memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 kWh, pembangkit listrik menggunakan baterai lama dari pengembangan kendaraan listrik Baojun E100 dan E200 SAIC-GM-Wuling," tulis GM dalam laman resmi perusahaan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA