Peretas Ambil Data 8 Akun Twitter

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Senin 20 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, San Francisco - Twitter mengatakan bahwa peretas mengunduh informasi delapan akun yang menjadi korban dalam peretasan sistemnya pada Rabu pekan lalu (15/7/2020).

Namun, Twitter menyebut tidak satu pun dari delapan akun tersebut adalah akun terverifikasi. Perusahaan media sosial itu mengatakan para peretas menargetkan 130 akun, dan dapat mengatur ulang kata sandi atau password untuk mengendalikan 45 akun dan mencuit dari akun-akun tersebut.

Peretas mengakses sistem internal Twitter untuk membajak sejumlah akun tokoh ternama di platform tersebut, termasuk kandidat presiden AS Joe Biden, bintang reality show Kim Kardashian, mantan presiden AS Barack Obama, dan miliarder Elon Musk, menggunakan akun mereka untuk meminta mata uang digital (bitcoin).

Catatan blockchain yang tersedia untuk umum menunjukkan bahwa para penipu menerima mata uang digital senilai lebih dari US$100.000.

Dalam serangan yang terjadi pada hari itu, Twitter mengatakan peretas dapat melihat informasi pribadi termasuk alamat email dan nomor telepon dari 130 akun yang ditargetkan, tetapi tidak dapat melihat password akun sebelumnya.

"Dalam kasus di mana akun diambil alih oleh peretas, mereka mungkin dapat melihat informasi tambahan," kata Twitter dalam keterangan tertulis kepada Reuters, tanpa menyebutkan jenis informasi yang diakses.

Peretas mungkin juga berusaha menjual nama pengguna dari beberapa akun.

Di antara akun yang diretas, termasuk milik rapper Kanye West, pendiri Amazon.com Jeff Bezos, investor Warren Buffet, pendiri Microsoft Corp Bill Gates, serta akun resmi perusahaan Uber dan Apple.

Dalam pernyataannya, Twitter mengatakan bahwa peretas 'memanipulasi sejumlah kecil karyawan' untuk mendapatkan akses ke alat pendukung internal yang digunakan dalam peretasan.

Twitter mengatakan menahan beberapa rincian serangan sambil melanjutkan penyelidikan dan menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemilik akun yang terkena dampak peretasan.

Divisi FBI di San Francisco memimpin penyelidikan peretasan tersebut. Sebagian besar anggota parlemen Washington juga mempertanyakan bagaimana hal itu terjadi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA