SsangYong Ungkap Tampilan Mobil Listrik Perdananya

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Rabu 22 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Pyeongtaek-si - SsangYong Motor Co, produsen mobil Korea Selatan milik perusahaan otomotif India Mahindra & Mahindra Ltd, baru saja merilis teaser untuk mobil full elektrik pertamanya sebelum peluncuran domestik di tahun depan.

SsangYong telah mengembangkan kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) kompak listrik murni dengan nama proyek E100 untuk memenuhi meningkatnya permintaan untuk model listrik, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Rincian lebih lanjut tentang SUV listrik akan dirilis nanti, kata SsangYong.

SsangYong Motor telah berjuang dengan penurunan penjualan karena kurangnya model-model baru, serta keputusan Mahindra baru-baru ini untuk tidak menyuntikkan modal baru ke unit Korea Selatan.

Dari Januari hingga Juni 2020, penjualan SsangYong turun 28 persen menjadi 49.387 unit dari 68.189 pada periode tahun lalu karena kurangnya model-model baru.

Jajaran kendaraan SsangYong terdiri dari model unggulan G4 Rexton, serta Tivoli, Korando, dan Rexton Sports.

Pada 2011, Mahindra & Mahindra mengakuisisi 70 persen saham di SsangYong Motor seharga 523 miliar won (sekitar US$437,93 juta). Mereka saat ini memiliki 74,65 persen saham di produsen mobil yang berfokus pada SUV itu.

Mahindra sedang dalam proses menjual unit Korea Selatan dengan memilih manajer utama untuk kemungkinan keluar dari afiliasi yang merugi, menurut sumber industri.

Pada Juni lalu, Mahindra mengisyaratkan kemungkinan menyerahkan kendali atas SsangYong Motor.

Sementara itu, kreditor utama SsangYong, Korea Development Bank (KDB) yang dikelola pemerintah Korea Selatan, merestrukturisasi utang 90 miliar won produsen mobil yang jatuh tempo bulan ini ke akhir tahun 2020 untuk membantunya tetap bertahan di tengah pandemi.

Pada 6 Juli lalu, SsangYong memiliki utang jangka pendek senilai 199 miliar won yang harus dibayarkan kembali ke KDB dan pemberi pinjaman asing, seperti JP Morgan, BNP Paribas dan Bank of America, dalam 12 bulan berikutnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA