Karena COVID-19, Daimler Rugi Rp32,5 Triliun

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Rabu 29 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Stuttgart - Daimler melaporkan kerugian bersih senilai 1,9 miliar euro atau sekitar Rp32,5 triliun pada kuartal kedua (Q2) 2020.

Raksasa otomotif Jerman yang merupakan perusahaan induk Mercedes-Benz ini menyebutkan bahwa kerugian tersebut sangat dipengaruhi pandemi virus corona (COVID-19) dengan penurunan permintaan yang menjadi imbasnya.

"Karena pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami harus menanggung beban kuartal yang menantang," kata Ola Kaellenius, Chairman of Board Management Daimler.

Dia menjelaskan, pendapatan tahunan mereka juga turun 12,5 miliar euro menjadi 30,2 miliar euro pada Q2 2020.

Di kuartal ini juga, penjualan Mercedes-Benz turun 30 persen menjadi 480.800 kendaraan. Daimler mengklaim penjualan model-model baru masih dapat diandalkan di tengah menurunnya permintaan selama periode COVID-19.

Selain itu, penjualan model truk dan bus Daimler turun 55 persen secara tahunan menjadi 61.000 unit pada Q2.

Daimler memprediksi bahwa COVID-19 akan terus memberikan dampak yang kuat hingga akhir tahun, dan penurunan besar output ekonomi global diprediksi terjadi sampai akhir tahun 2020.

Meski demikian, Kaellenius menyebutkan bahwa terdapat sisi positif selama pandemi yakni permintaan yang menguat untuk segmen mobil listrik.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA