Layanan Tumbang, Garmin Sebut Ada Serangan Siber

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Rabu 29 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Olathe - Garmin membenarkan bahwa telah terjadi serangan siber pada Kamis pekan lalu (23/7/2020) yang menyebabkan layanan mereka tumbang selama beberapa hari.

"Kami tidak menemukan indikasi bahwa data pelanggan, termasuk informasi pembayaran dari Garmin Pay, diakses hilang atau dicuri," kata pernyataan Garmin, seperti dilansir The Verge.

"Selain itu, fungsionalitas produk Garmin tidak terpengaruh, selain kemampuan untuk mengakses layanan online. Sistem yang terpengaruh sedang dipulihkan dan kami berharap dapat kembali beroperasi normal selama beberapa hari ke depan," Garmin menambahkan.

Pernyataan Garmin tersebut tidak menyebutkan apakah perusahaan melakukan pembayaran sebagai tebusan atas serangan ransomware yang dilaporkan. Mereka hanya mengatakan bahwa 'mereka tidak mengharapkan dampak material terhadap operasi atau hasil keuangan karena pemberhentian sementara layanan'.

Layanan sinkronisasi komputasi awan (cloud) Garmin Connect dan fitur-fitur lainnya telah berangsur normal pada Selasa kemarin (28/7/2020), yang diumumkan Garmin lewat akun Twitter resmi mereka..

Namun, halaman Garmin Connect dilaporkan dalam status 'terbatas', sehingga pengguna Garmin belum sepenuhnya dapat mengakses layanan. Garmin mengatakan, layanan akan sepenuhnya beroperasi kembali pada pekan ini.

Menurut berbagai sumber, serangan siber yang membuat tumbangnya layanan Garmin tersebut disebabkan oleh jenis ransomware baru bernama WastedLocker.

Dioperasikan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan nama Evil Corp, WastedLocker mengenkripsi data namun tidak mengambil data, sehingga memungkinkan sistem yang terpengaruh untuk dipulihkan dari cadangan data tanpa harus membayar uang tebusan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA