Review Vivo X50: Minus Gimbal Fitur Tetap Maksimal

IN
Oleh Ibnu Naufal
Rabu 05 Agustus 2020
share
(inilahcom/ibnu)

PADA pertengahan tahun 2020 ini, vivo akhirnya kembali mengumumkan smartphone terbarunya yang masuk dalam bagian lini seri X, di mana lini seri X ini berarti smartphone tersebut merupakan smartphone kelas premium bahkan vivo menyebut ponsel X50 adalah seri flagship pertamanya di Indonesia.

Vivo X50 yang hadir di Indonesia kali ini merupakan smartphone flagship dengan kemampuan fotografi profesional, yang cocok untuk digunakan sebagai daily driver oleh para content creator.

Nah, redaksi OTOTEKNO INILAHCOM telah melakukan pengujian salah satu dari seri Vivo X50 yakni adiknya Vivo X50, meski tidak memliki teknologi stabilisasi gimbal kamera seperti kakaknya Vivo X50 Pro, tapi X50 tetap tangguh berkat beberapa keunggulan yang dibawanya.

Mulai dari sektor layar, chipset hingga kamera yang mutakhir bahkan kami menilai dengan harga yang lebih terjangkau dengan terpaut Rp3 Juta ini adalah pilihan lebih masuk akal. Apa Alasannya? untuk menemukan jawabannya. Simak selengkapnya dalam pembahasan kali ini.

Desain dan layar

Sebenarnya, dari sisi desain X50 tidak terlalu berbeda dengan varian Pro, dan tidak menyimpang terlalu jauh dari formula desain ponsel China lainnya.

IMG20200717170435-01

Vivo X50 datang dengan desain yang disebut sebagai X-Class Design, yang tujuannya adalah menghadirkan perangkat teknologi canggih yang juga nyaman dipegang. Bodi belakang dari vivo X50 terbuat dari material Glass dengan warna yang disebut sebagai Dual Tone Step.

Material lapisan kaca di vivo X50 ternyata tidak begitu licin, sehingga tidak terlalu cemas apabila tergelincir dari tangan. Namun, tetap ingat bahwa material ini bukan tidak mungkin pecah akibat benturan atau terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi.

Kebetulan kami menggenggam edisi warna Gaze Black. Warna ini membuat cap jari yang melekat di bagian bodi belakang tidak terlalu terlihat tapi tetap membekas. Pengalaman pada seri warna hitam, bekas cap jari dari genggaman tangan akan sangat terlihat.

Perangkat yang memiliki opsi dua warna Glaze black dan Frost Blue ini memiliki tombol Power dan Volume Up dan Down pada sisi kanannya, dengan sisi atas terdapat microphone dan sisi kirinya kosong. Pada sisi bawahnya, terdapat tray SIM (Dual Nano SIM), microphone, USB Type-C, dan speaker utama.

Smartphone tanpa dilengkapi audio jack 3,5 mm meski begitu vivo menutup celah ini dengan menyediakan adaptor type-C dalam paket penjualan.

IMG20200803125228-01

Sementara pada sisi depan yang merupakan posisi layar utama, terdapat earpiece yang terletak di bezel atas layar, serta kamera selfie berupa punch hole berdiameter 3.96 mm.

Dan sisi belakang merupakan tempat kamera utama yang berupa 48MP Pro Quad Camera berada, di mana setup kameranya mengusung desain minimalis kesan futuristis lebih menarik perhatian.

Dari warna unit yang uji Glaze black sendiri warna hitamnya tampak elegan dan solid. Permukaannya berkilau dengan tekstur seperti cermin yang berbingkai material alumunium dengan sentuhan matte elegan.

IMG20200803160408

Vivo X50 memiliki layar 3D Curved Ultra O Screen dengan besar 6.56 berpanel E3 AMOLED Display, refresh rate 90 Hz dengan sampling rate 120 Hz, memiliki color gamut 'Full P3', resolusi 2376 x 1080 piksel Full HD+, brightness hingga 1300 nits, serta mendukung HDR10 dan HDR10+.

Pada layarnya, terdapat 'sensor' fingerprint yang disebut sebagai Screen Touch ID.

IMG20200803130631-01

Jika mata kita sudah terlatih dan terbiasa dengan layar bagus, pasti akan terasa bahwa vivo X50 ini menampilkan crisp atau detail saat menampilkan video, dan tidak usah dipungkiri layar AMOLED, akan terasa warna yg dihasilkan lebih dull dan tajam.

Layar AMOLED, yang sekarang bisa dipastikan sudah lebih matang dan terbukti memiliki banyak keunggulan dibanding LCD, di antaranya kontras yang jauh lebih tinggi, warna-warna yang lebih kaya, kecerahan yang tinggi dan lebih hemat daya.

Dan salah satu kelebihannya sekarang, untuk teknologi fingerprint di dalam layar, sementara ini hanya bisa digunakan di layar AMOLED.

IMG20200803160608

Dimensi dari vivo X50 sebesar 158.5 x 72.8 x 8.04 mm, dengan bobot 173 gram, tergolong tipis dan sangat ringan mengingat kapasitas baterainya sebesar 4200mAh.

Bobotnya yang lebih ringan dibanding versi pronya juga membuatnya bikin betah berlama-lama dengan ponsel ini.

Tidak cukup dengan panel AMOLED dan teknologi HDR10+. Vivo juga membenamkan fitur refresh rate 90 Hertz (Hz) pada layar X50 sehingga perpindahan animasi pada OS Funtouch berbasis Android 10 lebih mulus.

Sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya, Anda bisa simak video unboxing berikut ini:


Kamera

Beralih ke sektor kamera, vivo X50 mengemas sensor utama 48MP menggunakan IMX598 Sony, kamera sekunder dengan lensa 120 derajat ultra lebar 8MP, lensa potret 13MP atau bisa dibilang kamera kedalaman, dan sensor makro 5MP.

Untuk sisi depan memiliki kamera selfie 32MP dalam desain cut-out.

IMG20200722130721-01

Untuk antarmuka kamera diperbarui bersama dengan perangkat lunak FunTouch OS yang baru, sangat identik dengan apa yang kita bisa lihat di iQOO 3 5G menggunakan iQOO UI.

Anda akan mendapatkan banyak sekali mode di kamera yang baru seperti Motion Snapshot, Movie Camera, Ultra stable, dan Fixed Macro, sedangkan mode lainnya termasuk video Super Wide-angle, filter video, 48 MP, Pro, Pano, Live Foto, Slo-mo, Selang waktu, Stiker AR, Jovi Vision, dan mode Doc.

Sejauh ini, vivo X50 berkinerja sangat baik dengan kameranya, meskipun beberapa masalah kamera seperti pemfokusan objek tidak sempurna dalam mode potret, kualitas keseluruhan tetap detil tajam dan memuaskan, Anda dapat melihat sampel yang kami tambahkan di bawah.

Vivo X50 tidak memiliki lensa periskop zoom 60X dan fitur OIS gimbal 5-axis seperti terlihat pada varian atasnya tapi itu tidak terlalu dibutuhkan untuk fotografi kasual seperti penulis yang sehari-hari memotret spontan dengan keadaan.

Fitur baru pada ponsel ini menawarkan fotografi gerak yang menangkap bidikan dengan deteksi gerakan. Ini membantu Anda mengambil bidikan gerakan, kemudian kejernihan foto semakin ditingkatkan dengan algoritma Motion Deblur untuk mengurangi setiap blur residual.

Fitur luar biasa lainnya yang Anda lihat adalah Motion Camera, Motion AF Tracking melacak wajah ketika mata tidak dapat dideteksi, dan ketika wajah juga tidak dapat dideteksi, ia melacak tubuh untuk mempertahankan fokus.

Secara default, ini melacak subjek yang mengambil proporsi terbesar dari frame, memberikan hasil yang superior, bahkan untuk objek mati.

Mode potret juga bekerja dengan sangat baik, masing-masing kamera pada vivo X50 memiliki fungsi sendiri dan bekerja dengan baik.

Untuk fitur perekaman, ponsel ini tidak memiliki video 4K pada 60fps pada kameranya yang mungkin menjadi kekurangan. Namun, Anda masih mendapatkan fitur video Ultra stable dan video Ultra Wide-angle pada perangkat ini.

Berikut hasil jepretan kamera vivo X50

Mode Auto:

IMG-20200726-101246

IMG-20200718-193559

IMG-20200730-173855

IMG-20200801-172833

IMG-20200726-164932

Bokeh:

IMG-20200801-171723

IMG-20200726-101321

IMG-20200801-170757

Malam hari:

IMG-20200727-190904

IMG-20200720-184056

IMG-20200726-210916

Photo-Grid-Plus-1596425987480

Kamera Depan

Beauty on:

IMG-20200801-191128

Beauty off:

IMG-20200720-183752

Performa

Seri vivo X memiliki dua varian smartphone, vivo X50 Pro, dan vivo X50. Di antara keduanya, chip yang mendukung perangkat berbeda.

Vivo X50 melengkapi Snapdragon 730 SoC, dan bukan 730G sementara varian Pro-nya ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 765G SoC yang lebih cepat dengan dukungan 5G.

Sementara ada juga varian ponsel yang belum dirilis di Indonesia, vivo X50 Pro+, menawarkan chip andalan Snapdragon 765 SoC.

Chipset tersebut juga telah dibangun dengan fabrikasi yang terbilang canggih, yakni 8 nanometer (nm). Serta inti berarsitektur Kryo 470 yang punya clockspeed hingga 2,2 Gigahertz (GHz).

Dipergunakan untuk bermain game seperti COD Mobile, vivo X50 bisa berjalan cukup lancar di kualitas grafis tinggi dengan frame rate high. Jadi, Snapdragon 730 masih cukup oke untuk bermain game.

IMG20200722130130-01

Di samping CPU, ponsel ini memiliki GPU Adreno 618 untuk tugas-tugas yang membutuhkan grafis dan mengemas RAM LPDDR4X 8GB dengan penyimpanan internal hingga 256GB.

Jika kami membandingkan smartphone dalam kisaran harga ini dengan vivo X50, ponsel ini cukup tertinggal dalam hal kinerja, meskipun Snapdragon 730 menangani aplikasi dan game sama baiknya.

Untuk pengujian bisa diliihat dari benchmark yang kami lakukan pada vivo X50.

Photo-Grid-Plus-1596433287694

Baterai

Baterai 4.200 mAh pada vivo X50 hadir dengan pengisian cepat 33W jelas merupakan salah satu fitur penting dan bersaing dengan pesaingnya walaupun kapasitasnya sedikit kurang seperti yang Anda lihat.

Funtouch OS Vivo jauh lebih baik di sini, baterai sudah cukup bertahan sepanjang hari dan CPU hemat daya membantu baterai bekerja lebih lama sambil cukup kuat untuk menangani aplikasi driver harian.

Mengisi daya ponsel dapat berlangsung antara 1 jam hingga 1 jam 15 menit dari 0 hingga 100 persen terisi penuh. Ini memiliki teknologi 33W Flashcharge 2.0 yang sebanding dengan OPPO Reno 3 Pro di segmennya.

Spesifikasi

vivo-spec-x50

Kesimpulan

Kami menilai vivo X50 cukup layak dipinang bagi Anda penggemar smartphone flagship vivo yang tidak memiliki budget lebih untuk membeli vivo X50 Pro, maklum harganya lumayan berbeda hingga Rp3 juta.

Vivo X50 tampilannya luarnya masih sama menarik, dengan sedikit perbedaan di bobotnya serta kamera belakangnya yang tidak mengusung kamera gimbal.

Di kamera belakang, resolusi kamera yang ditawarkan masih sama seperti vivo X50 Pro. Kemampuan kameranya memuaskan dibandingkan dengan kamera di segmen ini, kualitas keseluruhan kamera solid, kamera setara dengan kompetisi di kelasnya dan menawarkan fitur melimpah untuk penggemar fotografi.

Desain kamera depan yang menyatu dengan layar terlihat sangat inovatif tapi dalam pengalaman bermain game hal ini ternyata mengganggu. Sebagian besar game mendukung antarmuka pada model layar poni tapi tidak dengan kamera yang aa di sudut layar.

Meski performanya masih harus tunduk dari prosesor Qualcomm Snapdragon seri 8 semisal di ASUS ROG Phone 2 dan realme X3 SuperZoom, tim OTOTEKNO INILAHCOM masih berharap suatu hari nanti Indonesia kebagian dengan ponsel vivo terbaru dengan SoC tertinggi tersebut, bukan seri 7.

Di pasar gadget Tanah Air, vivo X50 dibanderol dengan harga Rp6.999.000 dengan menawarkan RAM 8GB dan memori internal 128GB.

Anda tertarik memilikinya?

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA