Remaja Pembobol Twitter Mengaku Tidak Bersalah

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Kamis 06 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Tampa - Remaja 17 tahun asal Florida, AS, yang dituduh sebagai otak peretasan Twitter pada Juli lalu, menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah, di hadapan pengadilan pada Selasa waktu setempat (4/8/2020).

Kepada Hakim Christopher Nash di Pengadilan Sirkuit di Tampa, Florida, remaja bernama Grahan Clark itu menyatakan dia tidak bersalah atas tuduhan 30 kejahatan yang diarahkan kepadanya, demikian Reuters mengutip rekaman pengadilan.

Sementara itu, dua terduga lainnya, Mason Sheppard (19) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22) dari Florida dikenakan hukuman sesuai dengan undang-undang federal karena dianggap membantu serangan siber tersebut.

Sheppard alias Chaewon dituduh melakukan penipuan dan pencucian uang. Sementara Fazeli yang menggunakan nama samaran Rolex, dituduh membantu kejahatan, menurut keterangan Departemen Kehakiman AS.

Clark menggunakan metode 'social engineering' untuk mengelabui pegawai Twitter demi mendapatkan akses masuk ke sistem internal. Dia mengaku sebagai salah seorang pegawai di departemen TIK dan meminta pegawai yang menjadi korban itu memberikan akses ke portal layanan pelanggan.

Setelah mendapatkan akses, pelaku mencuit dari 45 akun terverifikasi, antara lain milik Bos Microsoft Bill Gates, calon presiden AS Joe Biden, dan mantan presiden AS Barack Obama, meminta pengikut mereka mengirimkan sejumlah uang dalam bentuk bitcoin.

Catatan public bitcoin menunjukkan kiriman dari cuitan tersebut bernilai lebih dari US$100.000.

Twitter menyatakan pelaku kemungkinan juga membaca kotak pesan (direct message) dari beberapa akun, termasuk seorang pejabat Belanda.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA