5 Langkah Amankan Smartphone dari Kejahatan Siber

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 09 Agustus 2020
share
 

BAGI banyak orang, smartphone telah menjadi pusat dari kehidupan mereka yang menyimpan data pribadi dan hal-hal berharga, mulai dari foto hingga aplikasi pengelola keuangan.

Menurut Kaspersky, para pengguna smartphone, terutama yang berbasis sistem operasi Android, perlu secara rutin memeriksa perangkat mereka untuk memastikan keamanan privasi dan data pribadi.

Perusahaan keamanan siber itu memaparkan lima langkah pemeriksaan keamanan reguler yang dapat diterapkan untuk smartphone Android secara rutin. Apa saja?

1. Memeriksa aplikasi

Mulailah dengan daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera menghapus aplikasi apa pun yang tidak Anda gunakan. Hal ini dapat membawa sejumlah manfaat.

Pertama, menyisakan lebih banyak ruangan penyimpanan media pada ponsel dapat meningkatkan kinerja --memori tidak bekerja secara optimal saat kapasitas penuh.

Kedua, saat aplikasi tidak terpakai dihapus, Anda akan meningkatkan masa pakai baterai.

Ketiga, Anda tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel Anda.

Bahkan, program yang sah sekalipun dapat menjadi sumber infeksi jika diretas, atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi.

Dengan demikian, semakin sedikit aplikasi berarti semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.

2. Memeriksa izin aplikasi

Setelah hanya aplikasi yang benar-benar digunakan ada pada perangkat smartphone, Anda perlu memeriksa permission atau izin aplikasi.

Aturan utamanya, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin akses yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat Anda.

Artinya, semakin banyak pula data pribadi yang dapat dikumpulkan. Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian.

Beri perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas. Berikan izin hanya jika Anda mempercayai aplikasi tersebut 100 persen.

Sekali lagi, jangan pernah takut untuk mencabut izin. Jika Anda mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi atau beberapa fitur hilang, Anda selalu dapat memunculkannya kembali.

3. Memeriksa pembaruan

Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi Anda dari serangan.

Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, Anda dapat mengunjungi secara langsung dan mengunduh versi terbaru.

Jika Anda mengunduh sesuatu yang bukan dari toko resmi (yang tidak dianjurkan untuk dilakukan), Anda harus melacak pembaruan secara manual.

4. Lakukan pemindaian dengan perangkat lunak antivirus

Google Play memiliki antivirus-nya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah di toko resmi milik Google tersebut. Dengan kata lain, jika Anda mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.

Meski segala kemungkinan dapat muncul dari waktu ke waktu, namun setidaknya di Google Play, aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus.

Beda cerita jika Anda menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke smartphone Anda secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman.

Oleh karena itu, disarankan untuk memindai konten smartphone secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.

Dengan solusi keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual. Ini paling baik dilakukan setelah menginstal aplikasi baru, atau setelah pembaruan.

Jika khawatir melewatkannya, pilihlah solusi yang secara otomatis memindai perangkat sesuai dengan jadwal yang Anda tetapkan.

5. Periksa kebocoran data

Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang Anda miliki. Sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum.

Jika, misalnya kata sandi atau nomor kartu bank Anda jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber, Anda mungkin dibiarkan hingga menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan tentang kebocoran.

Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka, dan Anda juga bisa mendapatkan informasi di situs berita TI.

Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah tentang perusahaan dan layanan yang tidak Anda ketahui atau gunakan. Untuk meminimalkan hal yang tidak perlu, Anda dapat kembali menggunakan solusi antivirus.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA