Royal Enfield Jadi Kanvas Bagi Pecinta Modifikasi

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 11 Agustus 2020
share
 

BAGI para pecinta sepeda motor, kustomisasi atau modifikasi motor telah menjadi budaya yang memiliki banyak penggemar di seluruh dunia.

Kustomisasi motor berkembang menjadi cara yang sangat populer bagi para pengendara roda dua untuk mengekspresikan diri.

Untuk para custom builder atau modifikator di seluruh dunia, motor Royal Enfield telah menjadi salah satu 'kanvas' yang sempurna saat membuat sebuah karya kustom sebagai sarana mengekspresikan diri.

Desain yang sederhana memungkinkan model motor Royal Enfield dengan mudah dapat dimodifikasi menjadi lebih indah, sehingga memungkinkan pengendara untuk benar-benar menjadikan motor mereka sebagai identitas dari kepribadian.

Untuk menginspirasi dan memfasilitasi kreativitas komunitas pengendara motor secara global dan untuk membuktikan kapabilitas motornya, Royal Enfield telah memulai Custom Program di tahun 2016.

Inisiatif ini dimulai dengan beberapa modifikasi yang dilakukan tim internal di Royal Enfield's Technology Centre di Bruntingthorpe, Inggris, yang melahirkan Mo Powa & Dirty Duck (yang mencuri perhatian komunitas pecinta roda dua) yang kemudian berkembang dengan cepat menjadi Royal Enfield Custom Program.

Tim Royal Enfield Custom Program bekerja untuk menciptakan narasi yang menyatukan manusia dan mesin sambil menunjukkan kemampuan motor Royal Enfield sebagai kanvas kepada komunitas di seluruh dunia.

Dalam empat tahun terakhir, Royal Enfield Custom Program telah bekerja sama dengan para custom builder terkemuka di India, Asia Tenggara, Australia, Eropa, serta Amerika, dan telah merampungkan lebih dari 30 sepeda motor kustom.

Layaknya pekerjaan seni yang lain, membangun sebuah motor kustom bukan hanya wujud dari kreativitas, namun juga menjadi cermin hubungan antara sang seniman dengan motor kustom tersebut.

Bagi pemilik sepeda motor Royal Enfield yang ingin mewujudkan atau mengekspresikan diri melalui motor kustom dan tengah mencari inspirasi, Royal Enfield membagikan hasil karya dari tiga custom builder terbaik di Indonesia, yakni Smoked Garage, Thrive Motorcycle, dan Kromworks.

- SG 411 (Smoked Garage)

Motor ini dibangun oleh Smoked Garage dengan menggunakan basis Royal Enfield Himalayan. Motor ini dirombak habis menjadi tunggangan bergaya Street Tracker. Nyaris semua bagian sudah diubah, kecuali mesin.

Desainnya sangat futuristik. Ubahan pada shockbreaker belakang tampak jauh berbeda dari model aslinya.

Evolusi pada SG 411 Himalayan ini melibatkan perubahan besar pada sistem suspensi, swing arm belakang, dan lampu utama.

Sentuhan macho pada motor ini makin lengkap dengan perpaduan warna hijau zaitun, hitam, dan oranye di beberapa sisi.

Motor custom besutan Smoked Garage ini diklaim mampu melibas jalan on road dan off road dengan sama baiknya.

Smoked Garage
Jl. Raya Kerobokan No.5x, Kerobokan Kelod - Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali

- TXX (Thrive Motorcycle)

Motor sport naked ini dibangun oleh Thrive dengan menggunakan basis Royal Enfield Interceptor 650.

Diberi nama TXX, motor kustom ini menggunakan garpu Ceriani yang dipadu velg 17 inci plus ban balap memberikan kesan yang sangat sporty.

Ubahan menonjol juga tampak pada tangki, di mana Thrive menggunakan tangki kustom berbahan aluminium berkelir hijau-emas.

Motor ini pertama kali mejeng di ajang Kustomfest 2018.

Thrive Motorcycle
Jl. Kemang Timur No.15, Bangka - Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

- The 30 (Kromworks)

The 30 merupakan motor kustom bergaya cafe racer garapan Kromworks, bengkel modifikasi di Ciputat, Tangerang Selatan.

Berbasis Royal Enfield Continental GT 650, ubahan pada The 30 seperti tangki, fairing, side panel, hornet, hingga fender depan, dibuat menggunakan baja galvanis.

Bagian jok motor juga sudah diganti menggunakan custom leather, serta knalpot two on two yang juga dibuat sendiri oleh Kromworks dengan menggunakan bahan stainless steel.

Tak kalah menarik adalah bagian suspensi depan yang diubah dengan menggunakan KYB Upside-down berdiameter 43mm. Adapun suspensi belakang juga diganti menjadi tipe monoshock menggunakan Sachs dengan nitrogen.

Terakhir pada bagian ban. The 30 garapan Kromworks menggunakan ban depan Michelin Power RS 120/60 ZR ring 17 dan ban belakang Michelin Power RS 180/55 ZR.

Kromworks
Jalan Duta Permai 8 Blok CO No.16, Pondok Hijau - Ciputat, Tangerang Selatan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA