Buntut Skandal Emisi Diesel

Daimler Siap Selesaikan Gugatan Konsumen AS

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Minggu 16 Agustus 2020
share
 

INILAHCOM, Stuttgart - Daimler AG dan anak perusahaannya, Mercedes-Benz USA LLC (MBUSA), menyatakan bahwa pada prinsipnya mereka telah mencapai kesepakatan dengan berbagai otoritas di AS untuk menyelesaikan klaim sipil dan lingkungan terkait skandal emisi diesel beberapa tahun lalu yang melibatkan 250.000 mobil penumpang dan van terdampak.

Daimler AG dan MBUSA pada prinsipnya juga telah mencapai kesepakatan dengan penasihat penggugat untuk menyelesaikan gugatan kelompok konsumen 'In re Mercedes-Benz Emissions Litigation' yang menunggu keputusan di Pengadilan Distrik New Jersey, kata Daimler AG dalam pernyataan resminya.

Untuk penyelesaian dengan otoritas AS, Daimler memperkirakan akan menelan biaya hingga US$1,5 miliar atau sekitar Rp22,43 triliun dengan perkiraan biaya penyelesaian gugatan kelompok sekitar US$700 juta termasuk biaya pengacara yang diantisipasi oleh pengadilan.

Biaya-biaya itu dipastikan akan berdampak pada penyesuaian arus kas Daimler pada tiga tahun ke depan, dengan dampak utama dalam 12 bulan ke depan.

Saat ini, Dewan Manajemen serta Dewan Pengawas Daimler AG dan Mercedes-Benz AG telah menyetujui penyelesaian yang diusulkan setelah mempertimbangkan semua aspek demi kepentingan terbaik perusahaan.

Dengan penyelesaian yang diusulkan, perusahaan mengambil langkah penting menuju kepastian hukum sehubungan dengan berbagai proses diesel di AS.

Penyelesaian buntut kasus manipulasi uji emisi kendaraan diesel Mercedes-Benz ini masih harus mendapatkan persetujuan akhir dari otoritas dan pengadilan. Perjanjian pada prinsipnya dengan otoritas pemerintah AS akan diabadikan dalam keputusan persetujuan yang mengikat.

Dalam beberapa pekan ke depan, pihak berwenang kemudian akan mengajukan dekrit persetujuan ke Pengadilan Distrik AS untuk persetujuan akhir. Penyelesaian gugatan kelompok konsumen AS akan diserahkan ke Pengadilan Distrik New Jersey untuk persetujuan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA