Diduga Ada Remaja Lain Terlibat Peretasan Twitter

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Jumat 04 September 2020
share
 

INILAHCOM, Washington DC - Badan intelijen federal AS, FBI, menduga ada remaja lain yang terlibat kasus peretasan sejumlah akun Twitter terverifikasi yang sempat menggemparkan dunia maya pada Juli lalu.

The New York Times melaporkan bahwa FBI kini tengah mencari keterlibatan pemuda lainnya dalam kasus peretasan tersebut.

FBI dikabarkan mengeluarkan surat perintah penggeledahan terhadap seorang remaja lainnya.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa reporter mereka sempat berbicara dengan seorang remaja sebelum surat penggeledahan terbit, namun, sang remaja membantah terlibat.

Baik Bloomberg maupun The New York Times sama-sama merahasiakan identitas remaja tersebut karena masih berada di bawah umur, yakni 16 tahun.

Juru bicara FBI menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum ada informasi terbaru yang bisa dirilis ke publik.

Juli lalu, Graham Ivan Clark, asal Florida, remaja berusia 17 tahun dituduh sebagai dalang dari sejumlah peretasan akun Twitter tersebut.

Departemen Kehakiman AS juga mengenakan tuduhkan pada Mason Sheppard (19 tahun) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22 tahun) dari Florida, AS, karena dianggap terlibat dalam kasus tersebut.

Disebutkan bahwa dalam menjalankan aksinya, para peretas memperdaya beberapa karyawan Twitter lewat phishing di ponsel untuk mendapatkan akses masuk ke sistem internal platform tersebut.

Setelah mengambil alih sejumlah akun terverifikasi, termasuk di antaranya Elon Musk, Barack Obama, dan Bill Gates, peretas mencuit meminta pengikut akun tersebut untuk mengirimkan sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin, yang akan dibalas dalam jumlah dua kali lipat.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA