Ilmuwan Temukan Galaksi yang Mirip Bima Sakti

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 08 September 2020
share
 

INILAHCOM, Groningen - Para astronom menemukan galaksi yang mirip dengan Bima Sakti yang kita tinggali. Galaksi yang dinamai SPT0418-47 ini berjarak 12 miliar tahun cahaya dan diperkirakan terbentuk ketika alam semesta masih sangat muda, berusia sekitar 1,4 miliar.

Ditemukannya galaksi SPT0418-47 menawarkan cara untuk melihat kembali pembentukan galaksi di awal kehidupan alam semesta, ketika usianya baru 10 persen dari sekarang.

The Independent melaporkan, para ilmuwan terkejut karena galaksi tersebut jauh lebih mirip dari yang diharapkan. Galaksi-galaksi dari masa awal pembentukan semesta, diperkirakan sangat bergejolak dan tidak stabil. Namun, yang baru ditemukan kali ini, tidak sekacau seperti yang dijelaskan dalam teori.

Penemuan yang dipublikasikan pada jurnal Nature ini pada akhirnya mengarah pada pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terbentuk dan proses apa yang mungkin terjadi di awal alam semesta.

"Kejutan terbesar adalah mengetahui galaksi SPT0418-47 ini sangat mirip dengan galaksi terdekatnya, berlawanan dengan semua perkiraan dan model penelitian sebelumnya yang kurang rinci," ucap Filippo Fraternali, wakil pemimpin studi dari Kapteyn Astronomical Institute, University of Groningen, Belanda.

Ketika para peneliti mempelajari galaksi tersebut, mereka melihat bahwa itu memiliki fitur dan karakteristik seperti Bima Sakti.

Galaksi SPT0418-47 memiliki piringan berputar dan sekelompok besar bintang pada pusatnya yang disebut para ilmuwan sebagai 'tonjolan' dan belum pernah terlihat sebelumnya di alam semesta.

"Hasil ini mewakili terobosan terkait pembentukan galaksi yang menunjukkan bahwa struktur yang diamati di galaksi spiral terdekat dan Bima Sakti sudah ada sejak 12 miliar tahun lalu," kata Fransesca Rizzo, peneliti dari Max Planck Institute for Astrophysics, Jerman.

Galaksi tersebut sangat jauh sehingga sulit dilihat bahkan dengan teleskop tercanggih yang pernah diciptakan. Namun, tim ilmuwan berhasil menelitinya dengan menggunakan efek yang disebut 'pelensaan gravitasi', di mana alam semesta bertindak sebagai kaca pembesar. I

ni memungkinkan para peneliti melihat jauh ke dalam alam semesta. Hasilnya kemudian direkonstruksi menggunakan teknik pemodelan komputer sehingga mereka mampu melihat bentuk aslinya. Para astronom sendiri tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Apa yang kami temukan cukup membingungkan. Meskipun membentuk bintang dengan kecepatan tinggi dan proses yang energik, tapi SPT0418-47 merupakan cakram galaksi paling teratur yng pernah diamati di awal semesta," ujar Simona Vegetti dari Max Planck Institute for Astrophysics.

"Hasil ini sangat tidak terduga dan memiliki implikasi penting mengenai bagimana galaksi berevolusi," imbuhnya.

Para ilmuwan kini berharap dapat melakukan studi lebih lanjut untuk memahami bagaimana galaksi yang sangat muda bisa mirip dengan galaksi yang kita tinggali. Juga kemungkinan ada galaksi serupa lainnya di awal pembentukan semesta.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA