Studi Terbaru Ilmuwan Inggris

Es di Arktika Terancam Menghilang pada 2035

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 22 September 2020
share
 

INILAHCOM, London - Sekitar 127 ribu tahun lalu, selama periode interglasial terakhir, suhu di Arktika meningkat sekitar 2 hingga 6 derajat Celcius, melelehkan semua es laut di Kutub Utara Bumi.

Kala itu, pohon kayu keras seperti oak dan hazel dapat tumbuh di wilayah yang sekarang kita sebut Lingkaran Arktika.

Kini, sebuah studi terbaru menggunakan pemodelan iklim dari Met Office Hadley Centre, Inggris, memungkinkan ilmuwan untuk membandingkan es laut Arktika selama periode interglasial akhir dengan kondisi sekarang, demikian seperti yang dikutip dari The Independent.

Para peneliti mengatakan, bukti yang mereka temukan menunjukkan bahwa Arktika bisa kehilangan es laut sepenuhnya dalam waktu 15 tahun. Berdasarkan model iklim, sinar matahari musim semi yang intens mengakibatkan terciptanya 'kolam lelehan'.

Kolam lelehan ini sangat penting karena menentukan seberapa banyak sinar matahari yang akan diserap lapisan es dan mana yang direfleksikan kembali ke luar angkasa.

Es memiliki tingkat pemantulan yang lebih tinggi dibanding air. Dengan kata lain, saat kolam lelehan tercipta --apalagi dalam ukuran yang cukup besar-- maka sinar matahari yang terserap ke Bumi jauh lebih banyak.

Pada akhirnya, peristiwa ini menyebabkan es yang tersisa di kutub semakin mencair.

"Kami tahu Arktika sedang mengalami perubahan signifikan seiring memanasnya Bumi. Dengan memahami apa yang terjadi pada periode interglasial, kita dapat memprediksi kondisi di masa depan," papar Dr Louise Sime, ahli pemodelan paleoiklim dari British Antartic Survey.

"Kemungkinan es laut di Arktika akan menghilang pada 2035. Oleh sebab itu, kita harus berfokus pada upaya pengurangan karbon secepat mungkin," lanjut dia.

Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA