Daihatsu Berikan Tips Berkendara Secara Aman

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Kamis 24 September 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menggandeng GT Radial, Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggelar acara Daihatsu Safety Driving dengan tema 'Aggressive VS Defensive Driving' yang berlangsung secara virtual baru-baru ini.

Melalui program bertajuk Ngobrol Asyik, acara yang bisa diakses melalui kanal Instagram @daihatsuind ini menjadi edukasi yang dapat dinikmati oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia.

Acara ini juga bertujuan untuk mengajak Sahabat Daihatsu agar selalu menjaga perilaku berkendara yang aman demi meminimalisir potensi kecelakaan.

Dalam acara berdurasi 50 menit ini, Sony Susmana, selaku Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia), sebagai narasumber, mengajak Sahabat Daihatsu untuk berkendara secara defensive, karena mayoritas angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya disebabkan oleh gaya mengemudi yang aggressive.

Secara singkat, dia memaparkan bahwa defensive driving merupakan perilaku mengemudi yang mengedepankan sisi proaktif, yang artinya berpikir panjang, mencegah sebelum terjadi, dan melakukan antisipasi, sehingga potensi bahaya dapat dicegah dan dapat meminimalisir potensi kecelakaan.

"Sama halnya dengan safety driving, secara prinsip defensive driving, bertujuan meminimalisir resiko bahaya. Namun, perbedaannya adalah safety driving memerlukan kemampuan/skill berkendara yang baik dan benar," jelas Sony.

"Lain halnya dengan aggressive driving, tipe ini biasanya didominasi oleh 'green driver' yang pada umumnya adalah pengemudi berusia muda dengan jam terbangnya sedikit, emosinya tidak stabil, dan sering show off. Ciri-ciri tipe ini adalah ngebut dengan kecepatan yang tidak konsisten, berjalan zig-zag tanpa memberikan lampu isyarat (sign), akselerasi, dan deselerasi kasar," lanjut dia.

Menurut Sony, perilaku 'green driver' tidak patut dicontoh dan pihak berwajib harus jeli dalam menertibkan mereka agar kondisi lalu lintas menjadi baik, karena jika dibiarkan, tipe ini akan menjadi pengemudi yang aggressive.

Berdasarkan statistik data kecelakaan di Indonesia, tipe pengemudi ini penyumbang kecelakaan tertinggi dengan persentase yakni sebesar 55 persen.

Sony menambahkan, untuk dapat mengemudi secara defensive driving cukuplah mudah, yakni selalu berpikir positif, toleransi, sopan, berbagi, jaga jarak kendaraan, jaga kecepatan, kontrol emosi, atur manajemen waktu perjalanan, utamakan keselamatan orang lain, dan tidak seruntulan di jalan.

Sementara itu, Customer Satisfaction & Value Chain Division Head ADM Elvina Avy mengatakan bahwa program 'Ngobrol Asik' ini adalah bentuk komitmen Daihatsu untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

"Sehingga dalam tiga tahun terakhir ini, Daihatsu bekerja sama dengan GT Radial, tanpa henti memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara. Ini merupakan tanggung jawab kami dalam menjaga keluarga sahabat Daihatsu agar dapat terus berkendaraan secara aman," ujarnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA