Tiktok Minta Pengadilan Larang Blokir di AS

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Kamis 24 September 2020
share
 

INILAHCOM, San Francisco - TikTok mengajukan permohonan kepada hakim pengadilan AS untuk melarang pemerintahan Presiden Donald Trump mengharuskan Apple dan Google menghapus TikTok di pasar aplikasi.

Kepada Reuters, TikTok menyatakan bahwa larangan mengunduh aplikasi didasari kepentingan politik menjelang Pemilu Presiden AS, bukan murni soal keamanan nasional.

Jika larangan tersebut tidak diblokir, ratusan juta orang Amerika yang belum mengunduh TikTok akan tertutup dari komunitas dalam jaringan yang besar dan beragam, enam pekan sebelum pemilu nasional, kata TikTok.

Departemen Perdagangan AS mengumumkan penundaan satu minggu untuk memblokir TikTok karena ada 'perkembangan positif' terkait pembicaraan bisnis dengan AS.

ByteDance, perusahaan induk TikTok, menyatakan akan membuat anak perusahaan TikTok Global dan memiliki 80 persen saham.

Oracle Corp dan Walmart Inc masing-masing memegang 12,5 persen dan 7,5 persen saham di TikTok Global. Oracle juga menyatakan kepemilikan ByteDance terhadap TikTok akan didistribusikan ke investor ByteDance sehingga mereka tidak lagi memiliki saham di TikTok GLobal.

Sementara itu, Hakim Pengadilan Federal San Francisco telah mengeluarkan preliminary injuction, mematahkan perintah blokir WeChat dari Departemen Perdagangan AS.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA