Meningkatkan Kompetensi AI bagi Guru SMK

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 29 September 2020
share
 

INILAHCOM, Depok - Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Universitas Indonesia (UI) menggelar pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk memenuhi tuntutan revolusi industri 4.0.

Dalam sebuah acara di Depok, Senin (28/9/2020), gelombang I dari pelatihan yang akan melibatkan 50 guru kejuruan SMK yang mengajar kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dari berbagai provinsi se-Indonesia, digelar bersama oleh AiCI, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI)-Kemendikbud serta FMIPA-UI,

Direktur Mitras DUDI-Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ahmad Saufi mengatakan, pelatihan vokasi yang berbasis link and match dengan kebutuhan industri ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing siswa SMK sebagai SDM unggulan di masa depan.

Dalam sambutannya, Ahmad Saufi menyampaikan pentingnya sinergi antar pemerintah dengan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kompetensi guru dan murid SMK sebagai SDM Indonesia.

"Saya ingin merasakan adanya aura kerja sama antara institusi besar seperti FMIPA UI dan AICI dengan bapak ibu guru SMK, yang tentu saja harus ditingkatkan kompetensinya agar dapat meningkatkan kemahiran anak didiknya," ujar Saufi seraya menekankan bahwa pembangunan SDM adalah prioritas rencana pembangunan jangka menengah pemerintah untuk 2020-2024.

Pelaksanaan pelatihan yang menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran COVID-19, dibagi menjadi dua tahap selama masing-masing enam hari. Sebanyak 21 guru SMK akan mengikuti gelombang pertama dari 28 September-3 Oktober 2020 sedangkan tahap kedua akan diikuti oleh 29 orang dari 5-10 Oktober 2020.

Seluruh peserta dari kedua batch ini akan dilatih di kantor AICI di Gedung Lab Riset Multidisplin FMIPA UI-Pertamina, kampus Universitas Indonesia, Depok.

AiCI adalah lembaga yang didirikan atas kerjasama UMG IdeaLab dengan FMIPA UI dengan tujuan mengembangkan kapabilitas SDM bangsa yang andal dalam bidang AI seiring dengan revolusi industri 4.0

Materi pelatihan dari para narasumber akan mencakup teori tentang Pengenalan Mikrokontroler dan Sensor serta kegiatan Kompetisi kecil untuk Robot Transformer dan kompetisi Smart Factory.

Selain pelatihan di AiCI, para guru yang berasal dari seluruh provinsi ini pada Senin malam juga sempat bertanya jawab dan berjejaring dengan Oskar Riandi dan William Irawan, dua CEO startup besutan UMG IdeaLab yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.

Oskar Riandi, CEO Bahasa Kita --startup yang bergerak dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan, pengenal wicara otomatis dan pemrosesan bahasa alami-- mengenalkan beberapa produk berbasis AI dari perusahannya yang telah digunakan oleh berbagai lembaga negara antara lain Bank Indonesia (BI), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

William Irawan, CEO Primeskills.id --startup yang bergerak dalam aplikasi teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality dan baru terpilih sebagai peserta program Oculus dari Facebook-- mengajak para guru menyiapkan murid mereka menjadi 'SDM yang siap kerja sebagai wirausahawan' dengan membangun startup yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat di bidang ekonomi, layanan kesehatan atau pertanian di tempat tinggal mereka.

Direktur AiCI Baiq Hana Susanti mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif dari Direktorat Mitras DUDI untuk pelatihan vokasi ini dan menekankan pentingnya kecerdasan buatan menjadi kurikulum bagi pelajar dari tingkat dasar sampai menengah atas sebagai baseline persiapan SDM nasional yang kompeten, handal sebagai wirausahawan maupun profesional untuk mengembangkan Indonesia.

"Teknologi AI sangat bermanfaat untuk pendidikan karena kini siswa SMK telah banyak yang bisa membuat perangkat lunak. Teknologi AI akan membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas mereka seperti rekayasa perangkat lunak dan lainnya," ujar Sinco Firdaus, guru SMKN 2 Banjarmasin.

Dia berharap, pemerintah akan menerapkan kurikulum nasional berbasis AI karena kedepannya hamper semua lini kehidupan di masyarakat akan terpaut dengan teknologi robotik berbasis kecerdasan buatan.

Senada dengan Firdaus, guru SMKN 4 Bengkulu, Yeni Palupi, berharap pemerintah --bekerja sama dengan lembaga seperti AICI dan lainnya-- dapat mencarikan solusi bagi para SMK negeri untuk memperoleh dana untuk penelitan dan kegiatan sekolah berbasis proyek bersama para muridnya.

"Kami juga ingin mendapatkan bimbingan secara berkelanjutan untuk mengaplikasikan teknologi AI di sekolah dari pihak AiCI dan UMG IdeaLab, karena kedepannya siswa siswi Indonesia bisa menjadi negara percontohan untuk teknologi AI," kata Yeni di sela-sela acara.

Beroperasi di Indonesia sejak 2016 sebagai perusahaan modal ventura (Corporate Venture Capital / CVC), UMG IdeaLab telah berinvestasi ke dalam sejumlah perusahaan startup pada tahun 2020, termasuk tiga startup yang bergerak di industri teknologi, satu startup UKM dan dua lainnya untuk venture builders.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA