MyTelkomsel Siap Bertransformasi Jadi E-commerce

IN
Oleh Ibnu Naufal
Rabu 07 Oktober 2020
share
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi COVID-19 membuat sejumlah pelaku usaha mengadaptasi bisnisnya dengan menggeser fokus ke kanal daring. Perjalanan adaptasi ini justru memunculkan peluang ekspansi bisnis.

Hal tersebut juga dilihat operator Telkomsel melalui aplikasi digital layanannya MyTelkomsel yang siap membuka peluang untuk menggarap bisnis platform e-dagang atau biasa disebut e-commerce. Namun guna mewujudkan tujuan itu, perusahaan telekomunikasi tersebut mesti merangkul pihak terkait demi menjalankan bisnis tersebut.

GM Digital Product and Service Management Telkomsel, Awalludin Subarkat menyebut pihaknya dari layanan Mytelkomsel siap untuk bisa merambah sektor bisnis e-commerce. Sebab ia menilai, potensi pendapatan di dalamnya sangat besar.

"Kita belum tahu kemungkinan pengembangan myTelkomsel seperti apa nantinya, kita belum mengarah ke sana, tapi jika dari atas ada perintah untuk pengembangan termasuk misalnya menjadikan my telkomsel sebagai platform e-commerce kita siap melaksanakannya," urainya dalam telekonferensi virtual, Rabu (07/10/2020).

Selain itu Melalui Aplikasi MyTelkomsel juga mendukung berbagai metode pembayaran termasuk layanan e-money lainnya.

Awalludin menyebut pihaknya membuka kesempatan untuk perusahaan lain untuk semakin melengkapi metode pembayaran di MyTelkomsel.

"Kami membuka seluas-luasnya pembayaran dengan metode lain karena pemain-pemain besar juga sudah ada. Kedepannya kita berharap dapat membuka metode pembayaran lain termasuk dengan PayLater," kata Awalludin.

Sebelumnya, diketahui data dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan transaksi e-dagang di Indonesia saat ini meningkat pesat sebesar 400 persen. Peningkatan tersebut didorong kebutuhan masyarakat yang bergantung pada transaksi daring di masa pandemi Covid-19.

Sektor digital merupakan potensi bagi perekonomian pada masa mendatang karena valuasi digital Tanah Air pada 2025 sebanyak 135 miliar dollar AS (Rp 1.981 triliun). Angka itu merupakan 85 persen dari total valuasi ASEAN yang diproyeksikan sebesar 150 miliar dollar AS (Rp 2.201 triliun).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA