50 Tahun Hadir di Indonesia

Perjalanan Panjang Suzuki dari Carry Hingga XL7

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Kamis 15 Oktober 2020
share
 

TEPAT di tahun ini, Suzuki genap berusia 50 tahun sejak resmi beroperasi di Indonesia pada 1970. Hingga kini, pabrikan berlogo huduf 'S' itu telah menghadirkan sejumlah kendaraan legendaris yang membantu mobilitas masyarakat.

Kiprah Suzuki di Tanah Air bermula pada era 1970-an dengan membawa Carry Pick-Up ST10 yang kemudian dilanjutkan dengan Super Carry ST20.

Carry bertransformasi menjadi Suzuki Futura pada era 1990-an, kemudian 'dikembalikan lagi' sebagai kendaraan komersial melalui Mega Carry pada 2011 yang disusul All New Carry.

Suzuki tidak lupa sejarah bagaimana mereka pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia, karena hingga kini Carry terus diperbarui dan menjadi andalan penjualan perusahaan otomotif asal Jepang tersebut di negeri ini.

All New Carry yang dirilis pada tahun lalu bahkan tercatat menjadi mobil terlaris Suzuki pada 2019 dengan kontribusi penjualan 56,8 persen, dari total wholesales mereka sebanyak 102.865 unit.

* * * * *

Pendekatan Suzuki terhadap pasar komersial pun tidak konvensional. Mereka menyadari bahwa mobil komersial bukan sekadar alat angkut untuk bisnis, namun telah menjadi bagian gaya hidup penggunanya.

Maka tidak heran apabila Suzuki sering menggelar gathering untuk mendekatkan diri dengan komunitas, sekaligus mendengar masukan dari para pengguna.

Dalam beberapa tahun terakhir, Suzuki aktif memamerkan kendaraan modifikasinya, termasuk Carry, yang ingin menunjukkan bahwa mobil niaga juga jago dalam urusan gaya.

Suzuki Carry yang ditampilkan bukan hanya dalam bentuk modifikasi standar, melainkan modifikasi aplikatif untuk kebutuhan bisnis, misalnya menjadi ambulans, angkot, hingga mobil untuk toko atau moko.

Untuk menyasar kalangan pehobi modifikasi, Suzuki juga telah menampilkan New Carry dengan bentuk low deck dalam beberapa kali pameran.

* * * * *

Meski sudah menguasai pasar penjualan mobil di kelas low pick-up, Suzuki terus menambah portofolionya di segmen kendaraan penumpang, sebut saja Ertiga, Ignis, Baleno, Wagon R, SX4 S-Cross, APV Arena, hingga XL7 yang rilis pada awal 2020.

Suzuki menangkap perkembangan pasar otomotif yang bergeser dari mobil penumpang serbaguna (MPV) ke segmen sport utility vehicle (SUV) dengan melahirkan XL7, sebuah mobil tujuh penumpang yang berpenampilan sporty.

Strategi tersebut langsung menuai hasil, karena XL7 menjadi salah satu andalan Suzuki untuk pasar ekspor selain Ertiga.

Hingga pertengahan 2020, XL7 tak hanya berkontribusi pada pangsa pasar Suzuki di Tanah Air, melainkan ikut mendorong ekspor mereka ke berbagai negara.

Tak lupa, Suzuki juga turut menyegarkan tampilan mobil lainnya, yakni Ignis, Baleno, dan Karimun Wagon R yang tersedia secara terbatas sebanyak 50 unit untuk memperingati kiprah setengah abad pabrikan itu di Indonesia.

* * * * *

Kiprah Suzuki di Indonesia seakan tak lengkap bila tidak menyertakan keberadaan Jimny. Mobil ikonis ini punya banyak sejarah bagi masyarakat Indonesia, dan pernah diproduksi secara lokal pada era 1985 sampai 2000-an.

Jimny generasi pertama hadir di pasar otomotif nasional pada 1979 dengan julukan 'Jimny Jangkrik'. Mobil ini kemudian dirakit di Indonesia dengan kapasitas mesin 800cc yang awalnya menjadi armada pertambangan dan sempat jadi mobil dinas kepolisian.

Jimny Jangkrik juga memiliki model turunan yang diproduksi hingga tahun 1981, yaitu LJ-80V dan LJ-80Q dengan pintu yang terbuat dari bahan metal.

Memasuki generasi kedua pada 1982, Suzuki merilis Jimny SJ410 yang dipasarkan dengan nama Katana. Hingga kini, Jimny versi Katana masih banyak ditemui di jalanan di Indonesia.

Katana bermesin 1.000cc dengan perubahan roda penggerak, dari semula empat roda (4x4) menjadi dua penggerak (4x2), agar mendapatkan pajak yang lebih terjangkau.

Pada 2004, Suzuki meluncurkan Jimny SJ413 atau Carribian dengan model yang paling berbeda. Jimny ini memiliki sebuah extra-cab dan menyerupai pick-up dengan kapasitas mesin 1.300cc.

GIIAS 2017 menjadi peluncuran generasi ketiga Jimny di Indonesia, Jimny JB33, yang dikenal dengan nama 'Jimny Wide'.

Berbeda dari dua generasi sebelumnya, model itu hadir secara eksklusif dengan desain tidak terlalu kotak, namun tetap mengusung desain yang ikonis.

Dua tahun berselang, Suzuki akhirnya memboyong Jimny generasi keempat yang mendapat sambutan luar biasa dari calon konsumen yang rela menunggu selama beberapa tahun untuk mendapatkan mobil bermesin 1.500cc yang langsung diimpor dari Jepang itu.

Suzuki Indonesia sempat menutup pintu pemesanan karena banyaknya pemesanan Jimny di Indonesia, sedangkan jatah Jimny dari principal Jepang untuk Indonesia hanya 50 unit per tahun.

Kendati demikian, Indonesia dan India berpeluang memproduksi mobil itu di masa mendatang, karena kedua negara ini merupakan basis produksi Suzuki untuk pasar global.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA