Toko Token, Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

IN
Oleh ibnu naufal
Sabtu 17 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Teknologi blockchain saat ini berkembang sangat pesat dalam skala global. Pelaku industri blockchain di Indonesia pun kini mulai bergeliat, sejalan dengan kemajuan ekonomi digital di Tanah Air.

Kini, salah satu pelakunya Decentralized Finance atau DeFi juga siap menjadi pusat perhatian banyak pihak di industri blockchain.Pasalnya, DeFi berkaitan erat dengan aspek keseharian masyarakat, yaitu aktivitas keuangan.

DeFi, sesuai namanya mengacu pada sistem finansial/ keuangan yang terdesentralisasi yang menyediakan berbagai layanan keuangan (tabungan, pinjaman, asuransi, dll) yang bersifat terbuka, unregulated, transparan, fleksibel, dan tersedia bagi setiap saja tanpa perlu adanya pengawasan terpusat dan perantara.

Banyak proyek DeFi baru bermunculan di berbagai negara untuk menarik pengguna (nasabah) baru dengan menyediakan layanan keuangan baru yang inovatif dan menarik, sert berbasis teknologi blockchain.

Berdasarkan data DeFi Pulse per tanggal 15 Oktpber 2020, jumlah valuasi aset kripto (value Lock in) mencapai nilai US$11,37 milliar yang terdistribusi dalam 39 aplikasi, yang mencakup sektor/kategori DEX (decentralized exchange), lending, derivatif, hingga aset.

Sektor DeFi yang paling populer dan berkembang pesat adalah lending atau pinjaman. Sektor ini mirip dengan bank dalam sistem keuangan tradisonal, pengguna (kreditur) meminjamkan uang dan mendapatkan bunga dari pengguna lain yang meminjam asetnya (debitur).

Tokocrypto, mengumumkan inisiatif DeFi melalui Toko Token. Inisiatif DeFi tersebut secara resmi diluncurkan di pembukaan acara Indonesia Blockchain Week 2020 (IBW 2020) pada bulan Agustus lalu.

"Tokocrypto memberikan kemudahan untuk mengakses aset kripto dan teknologi Decentralized Finance, sejalan dengan misinya yaitu untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses terhadap layanan finansial," kata Pang Xue Kai, CEO dan CO-Founder Tokocrypto.

Sebagai proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia, Toko Token (TKO) yang awalnya mendistribusikan sistem reward bagi nasabah baru bergabung dengan Tokocrypto, kini mulai menawarkan model token hybrid dengan berbagai macam manfaat.

Tokocrypto optimistis dapat memposisikan DeFi project perdana ini agar siap bersaing dengan DeFi project lainnya, baik yang berlingkup lokal maupun internasional.

TKO diklaim menawarkan berbagai manfaat kepada para pemegang token ini, diantaranya adalah diskon biaya perdagangan, hak airdrop, penukaran merchandise dan berbagai penawaran menarik lainnya.

Token ini lebih dilatarbelakangi untuk mendorong adopsi dalam penggunaan pertukaran dengan sejumlah penawaran, reward, atau insentif menarik lainnya.

Sebagai sistem keuangan/moneter terbuka yang dibangun di atas teknologi blockchain, DeFi memungkinkan terjadinya transaksi lebih cepat, mudah, dan murah tanpa adanya perantara atau pihak ketiga.

Dengan begitu jika dibandingkan dengan keuangan tradisional, aktivitas staking dan lending DeFi akan menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi.

"Fungsi-fungsi tersebut akan diluncurkan secara bertahap dimulai dari fungsi token platform pertukaran. Untuk token Centralized Finance dan Decentralized Finance sendiri masih dalam pengembangan dan akan diumumkan secara terpisah dimasa yang akan datang," ujar Kai.

Saat ini, TKO bisa didapatkan oleh para nasabah Tokocrypto melalui program referral yang diadakan Tokocrypto. Dengan mengajak kerabat untuk melakukan registrasi dan KYC di Tokocrypto melalui kode referral, masing-masing pemberi dan pengguna referral akan mendapatkan 75 Toko Token.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA