Digitalisasi Aksara Jawa Sudah Mencapai 80 Persen

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Selasa 20 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Proses digitalisasi aksara Jawa melalui Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) sudah mencapai 80 persen sehingga aksara daerah itu nantinya bisa digunakan sebagai nama domain internet.

"Dalam balasan yang kami terima dari ICANN, saat ini progres digitalisasi aksara Jawa sudah mencapai 80 persen, dan masuk dalam tahap peninjauan stabilitas DNS (Domain Name System) yang kita punya," kata Yudho Giri Sucahyo. Ketua Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI), dalam kterangan tertulisnya.

Dengan program 'Merajut Nusantara: Melalui Digitalisasi Aksara' yang dijalankan PANDI, menurut Yudho, PANDI bertekad menjadikan seluruh aksara daerah di Indonesia yang masih bisa terlacak jejaknya untuk dijadikan alternatif nama domain internet atau dalam istilah spesifiknya adalah IDN - ccTLD (Internationalized Domain Name - country code Top Level Domain).

Untuk IDN - ccTLD aksara Jawa, Yudho memprediksi bahwa prosesnya akan rampung pada akhir tahun ini, dan berencana menggelar selebrasi yang akan diselenggarakan di Keraton, Yogyakarta.

"Jika tidak ada hambatan, semoga aksara Jawa sudah menjadi salah satu alternatif ccTLD pada Desember ini, dan kami bekerja sama dengan pihak keraton untuk menggelar acara selebrasi terkait hal ini," kata dia.

Dalam rangka meningkatkan literasi aksara daerah, saat ini PANDI bersama pegiat aksara Jawa dan Sunda sudah menggelar lomba pembuatan website dengan konten aksara daerah tersebut, adapun pemenangnya akan diumumkan akhir tahun.

"Selain Jawa dan Sunda, pekan depan akan menyusul lomba pembuatan website dengan konten aksara Bali, sebuah kerja sama antara PANDI dan FIB Universitas Udayana. Kemudian pada bulan depan akan dimulai lomba aksara Lontara, sebuah kerja sama antara PANDI dan Yayasan Lontara Nusantara," kata Yudho.

Dia menambahkan bahwa upaya digitalisasi aksara daerah lainnya akan segera menyusul untuk didaftarkan.

"Ada sekitar dua atau tiga aksara yang akan didaftarkan, yaitu Sunda, Lontara menyusul Bali, disusul aksara Rejang, Pegon, Kawi dan lainnya pada tahun-tahun berikutnya," lamjut Yudho.

PANDI juga bersyukur karena programnya itu didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Upaya digitalisasi aksara daerah di Indonesia yang merupakan warisan leluhur bangsa tidak luput dari peran PANDI yang secara aktif bersama pegiat aksara daerah mengawal proses digitalisasi aksara-aksara daerah hingga sampai pada saat ini.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA