https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 October 2020 - 13:13 wib

PANDI Gandeng UNUD Digitalkan Aksara Bali

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Udayana (UNUD) dalam upaya melestarikan aksara Bali melalui digitalisasi.

Menurut Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo, penandatanganan MoU ini dimaksudkan untuk menjalin kerja sama dengan UNUD dalam hal pelestarian aksara Bali melalui digitalisasi aksara.

"Dalam rangka mendigitalisasikan aksara Bali agar dapat dipergunakan di internet dan perangkat teknologi lainnya, maka PANDI berkomitmen bersama-sama dengan pihak Universitas Udayana agar aksara Bali dapat dilestarikan melalui internet," kata Yudho, dalam siaran persnya.

Nantinya, seluruh kegiatan digitalisasi yang diselenggarakan PANDI akan dijahit dalam satu program besar bertajuk 'Merajut Nusantara: Melalui Digitalisasi Aksara', yang disiapkan PANDI untuk bisa memperkenalkan kembali dan melestarikan bagian dari budaya asli Indonesia yang kian hari semakin memudar tergerus jaman.

"Diharapkan dengan adanya program tersebut, masyarakat saat ini dapat mengenal kembali aksara daerahnya masing-masing sehingga bisa dipergunakan dan dilestarikan oleh generasi-generasi berikutnya," Yudho menambahkan.



Sementara itu, Rektor UNUD Anak Agung Raka Sudewi menyambut baik kerja sama dan upaya yang dilakukan PANDI dalam mendaftarkan aksara daerah ke lembaga internet dunia (UNICODE/ICANN) agar bisa dipergunakan di internet.

"Kurangnya literasi terkait aksara saat ini membuat masyarakat jarang mempergunakan aksara daerah dalam kehidupannya sehari-hari," katanya.

Anak Agung menambahkan bahwa kerja sama Universitas Udayana dengan PANDI merupakan salah satu bentuk dukungan konkrit dalam upaya mengenalkan kembali aksara daerah yang mulai terkikis.

Sebelumnya, PANDI sudah melakukan proses digitalisasi aksara Jawa melalui Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Proses digitalisasi sudah mencapai 80 persen sehingga aksara daerah itu nantinya bisa digunakan sebagai nama domain internet.

Lewat program 'Merajut Nusantara: Melalui Digitalisasi Aksara', PANDI bertekad menjadikan seluruh aksara daerah di Indonesia yang masih bisa terlacak jejaknya untuk dijadikan alternatif nama domain internet atau dalam istilah spesifiknya adalah IDN - ccTLD (Internationalized Domain Name - country code Top Level Domain).

Untuk IDN - ccTLD aksara Jawa, PANDI memprediksi bahwa prosesnya akan rampung pada akhir tahun ini.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kecelakaan di Tol Cipali, Balita Hingga Orang Dewasa Tewas

Seorang balita berinisial KA tewas dalam insiden kecelakaan di ruas Tol Cipali Km 74.600, Rabu (2
berita-headline

Inersia

Pandi: Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Bertahan Saat Pandemi

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Yudho Giri Sucahyo mengatakan generasi mud
berita-headline

IXU

Terlapor Pelecehan Seksual Pegawai KPI Ancam Lapor Balik, Dasar Hukumnya Kuat atau Lemah?

Pertanyaan : Terlapor pelecehan seksual sesama jenis pegawa
berita-headline

Viral

Pemerintah Akan Buka Pintu untuk Wisatawan Asing, Ini Syaratnya

Pemerintah akan membuka sejumlah tempat wisata yang dipromosikan kepada wisatawan asing atau manc
berita-headline

Viral

PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang Hingga 6 September

Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masy