Menilik Strategi Sunat Harga Ala Vendor Smartphone

IN
Oleh inilahcom
Rabu 28 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Dengan ekonomi yang menerjang segala sektor diakibatkan pandemi COVID-19 turut memaksa para vendor produsen ponsel pintar memutar otak untuk menyerap strategi baru dalam memperkenalkan produk barunya. Menghadirkan produk di kelas harga yang lebih rendah menjadi salah satu alternatifnya.

Para vendor pun tampaknya menyesuaikan diri terhadap disrupsi ini. Yang terbaru pada pertengahan Oktober lalu Xiaomi melalui subrandnya Poco X3 NFC melakukan hal ini dengan cara menurunkan fitur yang ada pada flagship ke kelas menengah. Ponsel pintar Poco yang sebelumnya kerap masuk segmen 'flagship killer' kini turun pertama kalinya ke dalam seri 'mid range killer'.

Seri andalan terbaru Poco ini mengusung layar X3 NFC yang memiliki refresh rate 120 Hz.

Refresh rate yang dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan 60 Hz yang sudah menjadi standar selama ini biasanya hanya dimiliki oleh ponsel flagship. Jajaran ponsel premium Samsung, Galaxy S20, dan Note 20 memiliki layar dengan refresh rate 120 Hz.

"Biasanya ponsel midrange itu kebanyakan 90 Hz, yang terasa tidak begitu berbeda dengan 60 Hz yang sudah biasa. Jadi, kami sadar ada peluang untuk memperkenalkan 120 Hz di pasar kelas menengah," kata Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse pada jumpa pers virtual beberapa waktu lalu.

Tidak hanya Xiaomi, Samsung pun turut mengadopsi strategi yang sama dengan memperkenalkan versi Galaxy S20 yang harganya lebih terjangkau, disebut Galaxy S20 Fan Edition (FE).

Meski sama-sama menggunakan cipset terbaru miliki Samsung, Exynos 990, Galaxy S20 FE memiliki bodi dari plastik alih-alih kaca seperti yang dimiliki oleh S20 biasa. Kualitas kamera pun berbeda. Ujungnya, banderol S20 FE pun lebih terjangkau, dengan selisih sekitar Rp 3 juta.

Strategi lebih mencolok bahkan ditunjukkan oleh Google. Ponsel flagship terbarunya, Pixel 5, bahkan menggunakan cipset Qualcomm kelas menengah, Snapdragon 765 alih-alih mengusung chipset flagship seperti versi terdahulunya.

Apple pun telah mengeluarkan iPhone SE 2020 yang memiliki spek kelas atas dengan desain bodi dari iPhone 8 yang telah berusia tiga tahun. Ponsel tersebut diluncurkan di AS dengan harga 399 dollar AS dan masuk ke Indonesia dengan harga Rp 8 juta.

Selain itu, pada peluncuran iPhone 12 pada Selasa (13/10/2020), Apple juga meluncurkan varian mini dengan harga 100 dollar AS lebih rendah dibandingkan dengan harga dasar 799 dollar AS.

Keterjangkauan harga tampaknya memang menjadi kunci di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Berdasarkan hasil riset pasar oleh IDC, ketidakpastian ekonomi akan menyebabkan adanya tekanan bagi para vendor produsen ponsel pintar. Nilai pasar ponsel pintar dunia diduga akan turun sebesar 7,9 persen pada 2020 menjadi 422 miliar dollar AS dari 458,5 miliar dollar AS pada 2019.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA