Bentuk Dukungan Kecerdasan Artificial Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Jumat 30 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Seiring dengan tantangan revolusi industri 4.0, saat ini Indonesia telah memiliki dasar landasan Strategi Nasional Kecerdasan Artificial Tahun 2020 - 2045.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam baru-baru ini mengatakan landasan tersebut berfokus pada dua hal, yakni pengembangan ekosistem pembelajaran kecerdasan artifisial (AI Learning), dan ekosistem inovasi kecerdasan artifisial (AI Innovation) dengan memprioritaskan di lima area, yakni edukasi dan riset, kesehatan, mobilitas dan kota cerdas, keamanan pangan, serta reformasi birokrasi.

Merespon positif hal tersebut, UMG IdeaLab, perusahaan pusat inovasi teknologi 4.0 milik Kiwi Aliwarga berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memuluskan tantangan revolusi industri 4.0 Tanah Air pada bidang AI Learning dan Innovation, salah satunya melalui pendirian Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI) yang terletak di Fakultas MIPA UI.

Tak hanya itu, AiCI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Universitas Indonesia (UI) juga berperan mengadakan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Center of Excellence negeri di bidang AI pada September lalu.

"Di AiCi, kami mengajarkan AI tidak hanya di jenjang perguruan tinggi, namun juga tingkat sekolah, bahkan ada kurikulum AI untuk tingkat Sekolah Dasar. Hal ini demi menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Saat ini, jumlah SDM di bidang AI masih cukup langka," papar Founder UMG IdeaLab Kiwi Aliwarga, Jakarta, Jumat, (30/10/2020).

Pernyataan Kiwi mengenai langkanya SDM di bidang AI diamini oleh CEO Bahasa Kita Oskar Riandi.

Selain kendala SDM, Oskar menambahkan data set sebagai kendala kecerdasan artifisial, bahkan di level perusahaan besar di Indonesia.

Bahasa Kita merupakan salah satu startup yang termasuk dalam ekosistem UMG IdeaLab di bidang pengembangan produk teknologi suara, bahasa, dan AI.

Inovasi unggulan Bahasa Kita di antaranya adalah sistem transkrip rapat dan percakapan telepon serta analisisnya, translasi ucapan dari satu bahasa ke bahasa lain, voice enabled smart assistant, dan untuk keperluan industri berupa voice inspection, acoustic inspection, hingga voice biometric.

"Teknologi AI pasti membutuhkan data set yang yang sangat besar. Oleh karena itu kami terus berusaha agar data set tersebut semakin besar dan bisa digunakan dalam domain yang beragam," papar Oskar.

Selain AiCI dan Bahasa Kita, perusahaan rintisan bidang AI lainnya yang tergabung dalam ekosistem UMG IdeaLab adalah Widya Wicara smart speaker berbahasa Indonesia, dan Botika platform chatbot yang di tahun 2019 berhasil merampungkan kurang lebih 20 juta lalu lintas pesan di sistemnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA