10 Tips Menjaga Privasi Online

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 November 2020
share
 

DI ERA serba digital saat ini, data pribadi wajib dijaga keamanannya baik dari aplikasi fintech, e-commerce, dan platform lainnya seperti jejaring sosial. Pasalnya, kejahatan siber selalu mengintai pengguna internet yang memiliki sistem keamanan rendah.

Untuk menjaga data pribadi tetap aman dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran informasi, perusahaan keamanan siber Kaspersky membagikan beberapa tips untuk menjaga privasi online dengan baik. Apa saja?

1. Memeriksan Pengaturan Privasi Jejaring Sosial

Sekarang ini, media sosial sudah melekat di keseharian kita. Bayangkan berapa banyak data pribadi dalam jejaring tersebut yang dapat dilihat oleh siapa saja di internet secara default.

Oleh karena itu, untuk menjaga privasi tetap aman, aturlah informasi mana yang dapat dibagikan kepada orang asing dan kepada orang yang dikenal.

2. Jangan Gunakan Penyimpanan Umum untuk Informasi Pribadi

Membagikan segala sesuatu pada jejaring sosial tidak pernah ada batasnya. Jangan menggunakan layanan online yang dimaksudkan untuk berbagi sebagai tempat menyimpan informasi pribadi misalnya, Google Documents, itu bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan daftar kata sandi.

Kemudian ada DropBox, itu juga bukan tempat terbaik untuk pemindaian paspor kecuali disimpan dalam arsip terenkripsi.

3. Hindari Pelacakan

Ketika mengunjungi situs web, browser akan mengungkapkan banyak hal bahkan riwayat selancar. Pengiklan menggunakan informasi tersebut untuk melacak dan menjadikannya sebagi target.

Gunakan aplikasi penjelajahan pribadi untuk menghindari pelacakan internet.

4. Simpan Alamat Email Utama dan Nomor Ponsel Agar Tetap Menjadi Privasi

Dengan membagikan alamat email dan nomor telepon di internet, itu artinya membuka jalan bagi orang lain untuk mengirim spam di kotak masuk email dan juga ke nomor telepon.

Jika memang mengharuskan untuk berbagi kedua kontak tersebut, gunakan email dan nomor telepon yang secara terpisah untuk keperluan pribadi atau keperluan lain.

5. Menggunakan Aplikasi Pesan dengan Enkripsi End-to-end

Sebagian besar aplikasi perpesanan modern menggunakan enkripsi, dan enkripsi tersebut disimpan di server penyedia layanan.

Pilihlah enkripsi end-to-end seperti WhatsApp, karena dengan cara tersebut bahkan penyedia layanan perpesanan sendiri tidak dapat melihat percakapan.

6 Gunakan Kata Sandi yang Aman

Menggunakan kata sandi lemah untuk melindungi informasi pribadi sama saja dengan meneriakkan informasi itu kepada orang yang berlalu lalang. Gunakan kata sandi yang cukup panjang misal 12 karakter atau lebih dan gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan.

Memang sulit untuk menghafal kata sandi yang panjang dan unik untuk semua layanan yang digunakan, namun sebanding dengan data diri yang sangat berharga.

7. Tinjau Izin untuk Aplikasi Seluler dan Ekstensi Browser

Aplikasi seluler seringkali meminta izin untuk mengakses kontak atau file dalam penyimpanan perangkat, menggunakan kamera, mikrofon, geolokasi, dan sebagainya.

Beberapa aplikasi memang benar-benar tidak dapat berjalan tanpa izin ini, namun beberapa aplikasi justru menggunakan informasi ini untuk menjadikan penggunanya sebagai target iklan atau bahkan peretasan. Untuk itu, kontrol izin mana yang dapat diberikan kepada aplikasi.

Hal ini juga berlaku untuk ekstensi browser, yang juga memiliki kecenderungan memata-matai.

8. Amankan Ponsel dan Komputer Anda dengan Kata Sandi

Komputer dan ponsel memiliki banyak data yang sebaiknya dirahasiakan, jadi lindungi perangkat dengan kata sandi.

Kata sandi ini tidak harus rumit, pada perangkat seluler gunakanlah PIN enam digit atau kata sandi empat digit dan pola kunci layar. Lebih aman lagi jika perangkat sudah mendukung otentikasi biometrik baik sidik jari atau wajah.

9. Nonaktifkan Pemberitahuan Layar Kunci (Lockscreen Notification)

Ponsel sudah dilindungi dengan kata sandi yang panjang dan aman, tetapi jika membiarkan pemberitahuan di layar kunci muncul begitu saja sama saja bohong.

Agar informasi itu tidak muncul di layar yang terkunci, atur notifikasi dengan tepat, nonaktifkan pemberitahuan layar kunci atau sembunyikan informasi sensitif dari layar kunci.

10. Tetap Menjaga Privasi di Jaringan WiFi

Jaringan WiFi publik biasanya tidak mengenkripsi trafik pengguna internet, Itu berarti siapa pun di jaringan yang sama dapat mengintip traffic pengguna lain.

Hindari mengirimkan data sensitif apa pun seperti login, kata sandi, data kartu kredit, dan sebagainya melalui WiFi publik, dan gunakan VPN untuk mengenkripsi data Anda serta melindunginya dari pengintaian.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA