Q3 2020, Xiaomi Jadi Brand Smartphone No. 3 Dunia

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, menjadi brand smartphone nomor tiga dunia pada Q3 2020, menurut laporan sejumlah lembaga riset dan analis data, seperti IDC, Counterpoint, dan Canalys.

"Bagi Xiaomi, pencapaian ini tidak lepas dari Mi Fans di Indonesia yang memberikan dukungan tanpa henti. Di tengah kondisi seperti sekarang, kita tetap membangun optimisme dengan menghadirkan berbagai produk dan inovasi dari smartphone dan perangkat pintar," kata Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2020).

Laporan dari Counterpoint menyebut performa yang baik dari Xiaomi untuk pasar di Indonesia serta negara lain di Asia Tenggara yakni Filipina dan Vietnam, ditambah ekspansi yang masif di pasar baru di kawasan Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika, serta Eropa.

Pada kuartal ini, Xiaomi mencapai pengapalan smartphone terbesar, yakni sebanyak 46,2 juta unit.

Xiaomi berhasil melampaui Apple dengan pangsa pasar 13,1 persen berdasarkan laporan dari IDC dengan menyebut pertumbuhan 42 persen dibandingkan Q3 2019.

Performa ini kebanyakan disumbang oleh pasar India yang kembali pulih serta pasar di China yang makin kokoh. Di India, kapasitas produksi Xiaomi telah pulih ke tingkat 85 persen sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

Sementara itu, laporan dari Canalys menyebut pelonggaran terhadap pembatasan tempat usaha pergerakan manusia menyebabkan jumlah pengapalan smartphone hanya turun 1 persen dibandingkan Q3 2019.

Pada kuartal ini, Xiaomi agresif dalam menghadirkan smartphone dalam jumlah besar untuk mengisi kekosongan yang diakibatkan penurunan produksi dari brand lain. Di pasar Eropa, Xiaomi tumbuh sebesar 88 persen.

Berdasarkan laporan keuangan Semester I 2020, Xiaomi mencatatkan pendapatan sebesar 103,24 miliar yuan dan laba bersih 5,67 miliar yuan.

Untuk pasar Indonesia, Canalys juga menyebut Xiaomi menguasai pangsa pasar produk audio pintar di Indonesia hingga 44,2 persen berdasarkan riset yang dipublikasikan bulan Juli 2020.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA