Laporan Penjualan Daimler AG Selama Q3 2020

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 07 November 2020
share
 

INILAHCOM, Stuttgart - Daimler AG melaporkan penjualan pada kuartal ketiga tahun ini (Q3 2020), yang berakhir pada 30 September lalu. Beberapa hal yang patut untuk disoroti adalah kinerja perusahaan yang baik berdasarkan kondisi pasar yang semakin positif dan produk-produk yang mumpuni, dikombinasikan dengan cost disciplineyang rajin beserta pengelolaan keuangan yang ekstensif.

Total penjualan unit menurun 8 persen menjadi 772.700 unit mobil dan kendaraan niaga (Q3 2019: 839.300 unit) dengan angka pendapatan menurun 7 persen menjadi 40,3 miliar euro atau sekitar Rp683 triliun (Q3 2019: 43,3 miliar euro atau sekitar Rp734 triliun).

Adapun laba sebelum pajak (EBIT) melonjak 14 persen menjadi 3,07 miliar euro atau sekitar Rp52 triliun (Q3 2019: 2,69 miliar euro atau sekitar Rp45 triliun). Sementara, EBIT yang telah disesuaikan menjadi sebesar 3,479 miliar euro atau sekitar Rp59 triliun (Q3 2019: 3,142 miliar euro atau sekitar Rp53 triliun).

Hal ini menjadikan keuntungan Daimler sebesar 2,158 miliar euro atau sekitar Rp36 triliun (Q3 2019: 1,813 miliar euro atau sekitar Rp30 triliun).

Arus kas sebesar 5,1 miliar euro atau sekitar Rp86 triliun pada Q3 2020 mencerminkan usaha yang berkesinambungan dalam memangkas biaya dan cash-preservation, serta performa yang baik pada seluruh divisi.

Faktor positif lainnya adalah dividen dari perusahaan Tiongkok BBAC sebesar 1,2 miliar euro atau sekitar Rp20 triliun, modal perusahaan, dan seasonal phasing impacts.

"Portofolio produk kami yang kuat dan pasar yang beranjak pulih telah berhasil menghasilkan kinerja yang positif. Kami telah melakukan upaya terbaik dalam hal cost controldan cash management. Dengan demikian, kami percaya bahwa kami masih berada di jalur yang tepat menuju bisnis yang lebih tahan banting. Namun, karena transformasi Daimler ini kami perkirakan akan berlangsung secara jangka panjang, kami pun menyesuaikan kecepatan bisnis kami dengan fokus dan disiplin," kata Harald Wilhelm, Anggota Dewan Direksi Daimler AG yang bertanggung jawab sebagai Finance & Controlling/Daimler Mobility.

Pada akhir Q3 2020, likuiditas Daimler berakhir pada 13,1 miliar euro atau sekitar Rp221 triliun (akhir Q2 2020: 9,5 miliar euro atau sekitar Rp160,4 triliun). Arus kas sebesar 5,139 miliar euro atau sekitar Rp86,8 triliun (Q3 2019: 2,819 miliar euro atau sekitar Rp47,6 triliun). Arus kas yang telah disesuaikan menjadi sebesar 5,345 miliar euro atau sekitar Rp76 triliun (Q3 2019: 2,931 miliar euro atau sekitar Rp49,6 triliun).

Penjualan unit mobil Mercedes-Benz & Vans menurun 4 persen menjadi 673.400 kendaraan pada kuartal ketiga (Q3 2019: 705.000). Meskipun demikian, EBIT yang telah disesuaikan meningkat menjadi 2,417 miliar euro atau sekitar Rp40 triliun (Q3 2019: 1,868 miliar euro atau sekitar Rp31 triliun) dan return on sales yang sudah disesuaikan menjadi 9,4 persen (Q3 2019: 7,0 persen).

Kenaikan harga dan penekanan biaya produksi telah menghasilkan dampak positif terhadap pendapatan perusahaan. Pendapatan perusahaan terdampak akibat biaya restrukturisasi (297 juta euro atau sekitar Rp5 triliun), termasuk program optimasi biaya (229 juta euro atau sekitar Rp3,8 triliun), dan biaya penyesuaian dan penyusunan kembali kapasitas (68 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun) dalam jaringan produksi global yang berhubungan dengan penjualan pabrik mobil di Hambach (Perancis). Kedua inisiasi tersebut akan menekan biaya dalam jangka sedang dan jangka panjang.

Divisi Daimler Trucks & Buses menunjukkan penurunan penjualan sebesar 26 persen menjadi 99.300 unit pada Q3 2020 (Q3 2019: 134.300 unit). EBIT yang telah disesuaikan berjumlah sebesar 603 juta euro atau sekitar Rp10 triliun (Q3 2019: 838 juta euro atau sekitar Rp14,1 triliun), dan ROS yang telah disesuaikan menjadi sebesar 6,5 persen (Q3 2019: 7,3 persen).

Angka tersebut disebabkan oleh penurunan volume, terutama akibat pasar yang berkontraksi akibat pandemi COVID-19. Upaya penanggulangan yang dilakukan mendorong terjadinya pengurangan biaya produksi pada seluruh area bisnis. Khususnya, pengurangan biaya tetap (fixed cost) memberi dampak positif pada pendapatan perusahaan.

Divisi ini mencatatkan adanya kenaikan signifikan pada order intakedi mayoritas target wilayah utama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, serta dibandingkan dengan Q3 2019 di Eropa dan Amerika Utara.

Pada Daimler Mobility, bisnis baru meningkat 2 persen menjadi 18,7 miliar euro atau sekitar Rp316 triliun pada Q3 2020 (Q3 2019: 18,3 miliar euro atau sekitar Rp309 triliun). EBIT yang sudah disesuaikan berjumlah 601 juta euro atau sekitar Rp10 triliun (Q3 2019: 469 juta euro atau sekitar Rp7,9 triliun) dan return on equity (ROE) yang sudah disesuaikan menjadi sebesar 16,5 persen (Q3 2019: 13,5 persen).

Efek positif ini disebabkan oleh penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan untuk meningkatkan cost position. Lebih lanjut, sebagai respon terhadap pandemi COVID-19 pada semester awal 2020, tidak diperlukan penambahan credit risk atau resiko kredit pada Q3 2020.

Harapan

Daimler memperkirakan bahwa kondisi ekonomi pada sejumlah pasar penting akan kembali normal perlahan-lahan dan tidak akan terjadi penurunan lebih jauh akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan hal ini, Daimler memprediksi penurunan penjualan unit yang terjadi pada sembilan bulan pertama akibat COVID-19 akan membaik sampai akhir tahun.

Meski demikian, Daimler memperkirakan angka penjualan dan pendapatan pada tahun 2020 akan menurun secara keseluruhan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan prediksi perkembangan pasar dan penilaian divisi saat ini, Daimler mengantisipasi EBIT Grup pada tahun 2020 akan setara dengan pada awal tahun.

Divisi-divisi berikut berharap adanya penyesuaian pendapatan pada tahun 2020:

- Mercedes-Benz Cars & Vans: penyesuaian return on sales sebesar 4,5-5,5 persen
- Daimler Trucks & Buses: penyesuaian return on salessebesar 1-2 persen
- Daimler Mobility: penyesuaian return on equitysebesar 9-10 persen

Penyesuaian cash conversion rate (rasio arus kas dibandingkan EBIT) untuk divisi Mercedes-Benz Cars & Vans pada tahun 2020 diprediksi akan mencapai angka 1 dan Daimler Trucks & Buses mencapai angka 2.

Daimler telah mengantisipasi kenaikan signifikan pada arus kas industri dibandingkan pada tahun sebelumnya. Ini tidak memperhitungkan biaya proses hukum dan pemerintahan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA