Strategi dan Optimisme Porsche Hadapi Pandemi

IN
Oleh inilahcom
Jumat 13 November 2020
share
 

INILAHCOM, Stuttgart - Produsen mobil mewah asal Jerman, Porsche, mengungkapkan strategi, fokus, dan optimisme Porsche dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19.

Dalam keterangan resminya, CEO Porsche Oliver Blume mengatakan bahwa perusahaan telah meningkatkan respons yang kuat di dalam tim.

"Kami telah mengatasi krisis bersama dengan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan, fokus bisnis, serta komunikasi digital kami. Sambil selalu mengawasi pelanggan, yang pada akhirnya, ini tentang mereka, dan kami ingin mewujudkan impian mereka," kata dia.

Blume mengaku melihat pandemi sebagai sebuah peluang, sehingga mampu membuat keputusan strategis, baik untuk perusahaan dan model-modelnya, seperti Porsche 911, Cayenne Coupe, atau Taycan full-electric.

Dengan berfokus pada hal-hal penting, dia mengatakan bahwa krisis dengan cepat menunjukkan stabilitas dan fleksibilitas perusahaan. Porsche mencurahkan upaya intensif untuk struktur biaya, dan menggunakan waktu untuk mengembangkan strategi, proses, serta produk.

Pandemi juga membuat Porsche memanfaatkan metode digital dengan lebih baik dari sebelumnya, termasuk untuk pekerjaan internal di perusahaan, pun untuk pelanggan.

Meski memiliki ulasan positif terkait digitalisasi, Blume mengakui bahwa pengalaman digital tidak terlalu menggugah emosi pelanggan.

"Yang hilang adalah sentuhan pribadi. Kesimpulan keseluruhan saya tetap positif, meskipun opsi digital membuat hidup lebih fleksibel, sementara kontak pribadi tetap berharga," katanya.

Blume mengungkapkan, Porsche telah meminimalisir kontak langsung sejak pandemi dimulai. Karyawannya dapat melakukan sebagian besar pekerjaan dari jarak jauh sejak hari pertama lockdown.

Pekerjaan di pabrik pun dilakukan sedapat mungkin. Ketika jumlah kekurangan rantai pasokan global terus bertambah, perusahaan akhirnya harus menghentikan produksi selama enam minggu.

Ketika disinggung mengenai fokus dan peluang Porsche di industri otomotif, Blume mengungkapkan bahwa pihaknya akan berfokus pada pasar mobil listrik. Menurut dia, elektromobilitas adalah peluang besar bagi Porsche.

"Menciptakan Taycan full-electric adalah pekerjaan yang sulit, itu tantangan besar, tapi kami juga belajar banyak. Sangat memotivasi tim kami untuk melihat seberapa baik mobil diterima," ujar dia.

Di masa mendatang, Blume mengatakan jika Porsche akan memiliki kombinasi powertrains yang fleksibel.

"Kami akan memperluas opsi listrik kami, tetapi juga berfokus pada mesin pembakaran yang emosional dan powertrain hybrid yang bertenaga. Prinsip panduan kami adalah menyediakan mobil sport yang tepat untuk tujuan yang benar. Jadi Porsche akan selalu menjadi Porsche," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA