Pemerintah AS Masih Ingin Blokir TikTok

IN
Oleh inilahcom
Jumat 13 November 2020
share
 

INILAHCOM, Washington DC - Departemen Kehakiman AS akan mengajukan banding untuk keputusan pengadilan yang melarang mereka memblokir platform video singkat TikTok.

Mengutip Reuters, Jumat (13/11/2020), sebelum keputusan hakim pengadilan di Pennsylvania pada 30 Oktober lalu, pemerintah AS sedianya akan memblokir TikTok pada 12 November 2020.

Sebelum muncul rencana memblokir TikTok, Departemen Perdagangan AS pada Agustus lalu mengeluarkan perintah larangan bertransaksi dengan TikTok.

Sementara itu, Gedung Putih pada 14 Agustus 2020 mengeluarkan perintah kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual operasional di AS dalam 90 hari.

Tapi, tidak terlihat aksi dari pemerintah untuk menegakkan perintah tersebut dan belum jelas juga apakah pemerintah mengabulkan permintaan TikTok untuk memperpanjang tenggat waktu penjualan.

Kemudian, pada 1 November lalu, Departemen Perdagangan AS menyatakan mematuhi keputusan Hakim Wendy Beetlestone yang melarang pemerintah memblokir TikTok, namun, lembaga tersebut akan tetap membela aksi mereka.

Pemerintah AS yang dipimpin Presiden Donald Trump bersikeras TikTok merupakan ancaman bagi keamanan nasional, aplikasi tersebut dituduh mengumpulkan data dari 100 juta warga Amerika yang menggunakan TikTok dan memberikannya ke pemerintah China.

TikTok pun telah berkali-kali membantah tuduhan tersebut.

ByteDance akan menjual operasional TikTok di AS kepada Oracle Corp dan Walmart Inc, pembahasan bisnis ini masih berlanjut dan belum menemukan kesepakatan.

Beberapa waktu lalu, ByteDance meminta perpanjangan waktu hingga 30 hari untuk penjualan ini.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA