Google Dikritik Menyoal Tarif Layanan 'Photos'

TO
Oleh tim ototekno inilahcom
Sabtu 14 November 2020
share
 

INILAHCOM, San Francisco - Serangan datang terhadap Google yang baru saja mengumumkan menarik biaya langganan untuk Google Photos mulai Juni 2021 untuk layanan penyimpanan fotonya yang selama ini gratis. Langkah ini pun mengundang berbagai kritik dari para pakat teknologi.

Entrepreneur teknologi yang juga CTO pertama Kickstarter, Andy Baio, menyayangkan perilaku Google yang menggunakan layanan gratis Google Photos untuk "mematikan" kompetitor di pasar penyimpanan awan dan setelah itu mengutip biaya setelah masyarakat sudah bergantung pada layanan tersebut.

Kritik tajam disampaikan oleh pemerhati politik-teknologi Casey Newton. Ia mengemukakan, Google telah menggunakan seluruh foto yang diunggah oleh pengguna untuk melatih algoritma machine learning-nya, yang akhirnya akan memberikan keunggulan dalam kompetisi.

Selain itu, seperti kata Baio, keberadaan Google Photos selama lima tahun terakhir dengan fitur penyimpanan tak terbatasnya telah membuat sejumlah perusahaan rintisan gagal bersaing, seperti Everpix, Loom, Ever, dan Picturelife.

Ia menegaskan, dirinya tidak memiliki masalah dengan membayar software, terlebih lagi, Google Photos adalah perangkat lunak yang memiliki fitur menarik.


"Namun, ini menjadi contoh bagaimana sebuah raksasa teknologi menggunakan sumber dayanya yang tak terbatas untuk mendapatkan pasar dan kemudian memburu rente," kata Newton.

Pandangan yang sama dimiliki oleh kolumnis teknologi Washington Post, Geoffrey Fowler. Ia menyebut taktik Google ini sebagai strategi jebakan klasik dalam pemasaran, yakni bait and switch.

Secara umum, skema langganan Google One adalah 100 GB dengan biaya Rp 26.900 per bulan atau Rp 269.000 per tahun. Kapasitas 200 GB berbiaya Rp 43.000 per bulan atau Rp 430.000 per tahun. Sementara kapasitas terbesar, 2 terabita (TB), berbiaya langganan sebesar Rp 135.000 per bulan atau Rp 1.350.000 per tahun.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA