Penjualan Mobil Suzuki Kembali Stabil

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 21 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Meski pasar otomotif nasional sempat lesu dan melambat akibat dampak pandemi COVID-19, namun Suzuki Indomobil Sales (SIS) mampu membawa angka penjualan kendaraannya kembali stabil di bulan Oktober lalu.

Suzuki mencatatkan kontribusi terhadap pasar nasional sebesar 12,4 persen atau 5.715 unit untuk penjualan ritel dan 10,5 persen atau 5.143 unit untuk total wholesales nasional.

"Meski pasar otomotif sedang lesu, namun capaian penjualan Suzuki perlahan-lahan semakin stabil. Di bulan September dan Oktober, kami berhasil mencatat angka penjualan mendekati 6.000 unit. Tentunya hal ini juga berkat kepercayaan masyarakat yang memilih produk Suzuki sebagai kendaraan andalan. Kami berharap industri otomotif Indonesia semakin pulih dan stabil kembali menjelang akhir tahun," kata Donny Saputra, 4W Marketing Director SIS, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Seiring dengan peningkatan angka penjualan retail mobil sebesar 6,4 persen berdasarkan data GAIKINDO, angka penjualan Suzuki pun perlahan kembali stabil, yang didominasi oleh New Carry Pick Up sebanyak 3.363 unit atau sekitar 64 persen dari penjualan retail Suzuki di bulan Oktober. Kemudian disusul XL7 dengan kontribusi sebesar 11 persen dan All New Ertiga yang menyumbang 8 persen.

Angka penjualan Suzuki pada Oktober lalu yang kembali stabil ini didominasi produk-produk buatan Indonesia sebesar 95 persen. Mobil Suzuki yang memiliki tingkat muatan komponen lokal yang tinggi hingga 85 persen ini masih menjadi pilihan utama, baik di pasar otomotif nasional maupun internasional.

Karena selain mendominasi angka penjualan Suzuki di Indonesia, produk buatan dalam negeri ini juga turut berkontribusi pada angka ekspor Suzuki dengan capaian ekspor selama Oktober 2020 sebesar 4.190 unit.

"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk Suzuki. Tentunya dukungan dan kepercayaan dari masyarakat semakin memotivasi kami untuk terus berkontribusi dalam menstimulus pasar. Sehingga dalam berbagai hal, baik ekonomi, industri, dan sektor lainnya bisa kembali stabil dan pulih seperti sedia kala," tutup Donny.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA