AS Perpanjang Waktu Penyelesaian Penjualan TikTok

IN
Oleh inilahcom
Kamis 26 November 2020
share
 

INILAHCOM, Washington DC - Pemerintah AS memberikan perpanjangan tujuh hari kepada ByteDance untuk menyelesaikan penjualan aplikasi distribusi konten video pendek TikTok, demikian Reuters melaporkan, Kamis (26/11/2020).

Pemerintah AS sebelumnya telah memberi ByteDance perpanjangan waktu 15 hari dari perintah yang dikeluarkan pada bulan Agustus, yang akan berakhir pada Jumat besok (27/11/2020).

Presiden Donald Trump pada 14 Agustus lalu telah meminta ByteDance untuk mendisvestasikan aplikasi miliknya itu dalam waktu 90 hari. Batas waktu terbaru adalah 4 Desember 2020.

Di bawah tekanan dari pemerintah AS, ByteDance telah melakukan pembicaraan selama berbulan-bulan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Walmart dan Oracle untuk mengalihkan aset TikTok AS menjadi entitas baru.

ByteDance telah membuat proposal baru untuk mengatasi masalah dengan pemerintah AS, menurut sumber Reuters yang mengetahui tentang hal tersebut namun menolak untuk merinci proposal itu.

Perwakilan Departemen Keuangan AS mengatakan perpanjangan waktu diberikan untuk meninjau 'pengajuan yang direvisi' yang baru-baru ini diterima.

ByteDance membuat proposal setelah pada 10 November lalu mengungkapkan bahwa mereka telah menyerahkan empat proposal sebelumnya termasuk satu proposal pada bulan ini.

Proposal itu berusaha untuk mengatasi masalah dengan pemerintah AS dengan 'membuat entitas baru, yang sepenuhnya dimiliki oleh Oracle, Walmart, dan investor AS yang ada di ByteDance, yang akan bertanggung jawab untuk menangani data pengguna TikTok AS dan moderasi konten'.

Sementara itu, pembatasan pada TikTok dari Departemen Perdagangan AS telah ditolak oleh pengadilan federal, termasuk pembatasan transaksi yang menurut TikTok dapat secara efektif melarang penggunaan aplikasi tersebut di AS.

Larangan dari Departemen Perdagangan AS pada Apple dan Google untuk menghadirkan TikTok dalam toko aplikasi mereka untuk diunduh bagi pengguna baru AS, juga telah ditolak pengadilan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA