Q3 2020, vivo Rajai Pasar Smartphone Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Jumat 27 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Jajaran smartphone merek vivo merajai pasar smartphone Indonesia pada kuartal ketiga (Q2) 2020, dengan pangsa mencapai 24,1 persen mengalahkan OPPO, Xiaomi, Samsung, dan relme di daftar 5 besar.

Menurut perusahaan riset IDC, vivo memperkuat keunggulannya di segmen low end, dengan rentang harga US$100-US$200 (sekitar Rp1,4 juta hingga Rp2,8 juta) dengan memperkenalkan model Y12i, Y20, dan Y30i di segmen ini.

Seri X50 Pro dan V20 juga dipromosikan secara agresif. IDC menyebut seri V20 juga mendapatkan reaksi pasar yang baik setelah diperkenalkan menjelang akhir Q3 2020.

OPPO yang menempati posisi kedua mengusai pangsa pasar 21,7 persen. OPPO mempertahankan dominasinya di segmen midrange, dengan harga US$200-US$400 (sekitar Rp2,8 juta hingga Rp5,6 juta).

Menurut IDC, OPPO A53 dan Reno 4 yang baru diperkenalkan dapat dengan cepat menarik perhatian konsumen melalui strategi iklan online yang ekstensif.

Selanjutnya, Xiaomi berada di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 18,1 persen. Xiaomi menawarkan berbagai pilihan untuk memenuhi permintaan yang tinggi akan smartphone terjangkau, termasuk seri Redmi 8A Pro, Redmi 9A, Redmi 9C dan Redmi 9, dalam persaingan yang ketat pada segmen harga di bawah Rp2 juta.

Samsung dan realme menutup Top 5 vendor smartphone di Indonesia pada Q3 2020, dengan pangsa pasar masing-masing 17,2 persen dan 14,5 persen.

Samsung juga ikut serta dalam menyediakan opsi smartphone yang terjangkau dengan memperkenalkan lini produk Galaxy A01 Core, yang membantu Samsung untuk mendominasi segmen ultra low-end yang mencakup sepertiga dari total pengirimannya.

Sementara realme berfokus pada lini produk C-series, model C11 berkompetisi di ruang yang sama dengan Xiaomi seri Redmi 8/9 pada rentang harga di bawah Rp2,8 juta. Selain itu, seri midrange realme 7 yang baru diperkenalkan disebut tidak mendapatkan respons pasar yang lebih baik dari seri pendahulunya.

Pasar Indonesia

Sepanjang Q3 2020, vendor-vendor smartphone telah mengirimkan total 10,6 juta unit smartphone di Indonesia, tumbuh dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut IDC, tertahannya pembelian smartphone terjadi dikarenakan karantina pada paruh pertama tahun ini. Sementara, penggunaan smartphone untuk mendukung aktivitas, seperti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mendorong pemulihan yang kuat pada Q3 2020.

Data IDC menunjukkan pertumbuhan Q3 2020 sebesar 49 persen dari kuartal sebelumnya dan 21 persen dari periode yang sama tahun lalu.

IDC menyebut para perusahaan smartphone terlibat kompetisi yang ketat dalam memperkenalkan berbagai lini smartphone di segmen harga yang terjangkau, menghasilkan pertumbuhan tahunan sebesar 20 persen di segmen ultra low-end, yakni dengan harga di bawah US$100, dan mencapai pangsa pasar sebesar 16 persen setelah penurunan selama tiga kuartal berturut-turut.

Sementara itu, saat kanal ritel offline kembali dibuka setelah karantina, pengiriman ke kanal offline meningkat secara signifikan. Namun, momentum online dikatakan tetap kuat, mencatat pertumbuhan sebesar 3 persen dari kuartal sebelumnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA