MediaTek Jadi Vendor Chip Ponsel Terbesar Q3 2020

IN
Oleh inilahcom
Senin 28 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Taipei - MediaTek mampu melampaui Qualcomm untuk menjadi vendor chipset smartphone terbesar dengan pangsa pasar 31 persen pada kuartal ketiga (Q3) tahun 2020.

Mengutip Gadget360, produsen chip asal Taiwan itu mencatatkan kinerja yang kuat pada kelompok harga US$100-US$250 atau sekitar Rp1,4 juta-Rp3,5 juta.

MediaTek juga menerima pertumbuhan yang signifikan di sejumlah pasar, termasuk India dan China, yang membantunya mengambil pasar Qualcomm, yang dikatakan masih memimpin pasar untuk chipset 5G.

Faktor lainnya, MediaTek diyakini telah memanfaatkan pertumbuhan Huawei yang lamban akibat sanksi AS.

Lebih dari 100 juta smartphone terjual secara global pada Q3 2020 dengan chipset MediaTek, menurut laporan perusahaan riset pasar Counterpoint.

Pertumbuhan MediaTek melemahkan Qualcomm yang turun dari 31 persen pada Q2 2020 menjadi 29 persen di Q3 2020. Namun, pembuat chip yang memproduksi SoC Snapdragon itu muncul sebagai vendor chipset 5G terbesar dengan pangsa pasar 39 persen.

Ekspansi Qualcomm di segmen 5G berasal dari peluncuran ponsel baru yang mendukung jaringan generasi kelima. Menurut Counterpoint, permintaan ponsel 5G tercatat meningkat dua kali lipat pada kuartal ketiga, dengan mengambil bagian 17 persen dari total smartphone yang terjual pada kuartal tersebut.

Tren tersebut kemungkinan akan berlanjut, dengan perkiraan sepertiga dari total smartphone yang dikirim pada kuartal keempat diharapkan memiliki dukungan 5G.

Awal tahun ini, Qualcomm menghadirkan chipset yang didukung 5G, termasuk Snapdragon 690, Snapdragon 750G, dan Snapdragon 865+ yang sejauh ini terbatas pada beberapa model smartphone.

Di sisi lain, MediaTek juga memperluas jajaran chipset mereka di seluruh segmen harga dan memperkenalkan jajaran chipset 5G Dimensity untuk melawan pesaingnya yang berbasis di San Diego, California, AS itu.

Meski demikian, Counterpoint mencatat bahwa Qualcomm masih berpeluang merebut kembali posisi teratasnya yang direbut MediaTek pada Q4 2020.

Direktur Riset Counterpoint Dale Gai menyatakan bahwa pangsa chipset MediaTek pada ponsel Xiaomi meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, MediaTek juga menghasilkan daftar chipset terjangkau yang menjadi pilihan pertama bagi banyak pembuat handset untuk dengan cepat mengisi celah yang ditinggalkan oleh ketidakhadiran Huawei.

"Penguatan pangsa pasar MediaTek yang kuat pada Q3 2020 terjadi karena tiga alasan --kinerja yang kuat di segmen harga smartphone kelas menengah (US$100-US$250) dan pasar negara berkembang seperti LATAM dan MEA, larangan AS terhadap Huawei, serta akhirnya menang dalam OEM terkemuka seperti Samsung, Xiaomi, dan Honor," papar Gai.

Pembatasan pada Huawei yang mengakibatkan kendala pasokan untuk chipset HiSilicon juga membantu Qualcomm mendapatkan sebagian pangsa pasar di kuartal ketiga.

"Qualcomm dan MediaTek sama-sama mengubah portofolio mereka, dan fokus konsumen telah memainkan peran kunci di sini," kata Ankit Malhotra, analis riset Counterpoint.

Malhotra juga menggarisbawahi bahwa perangkat 5G termurah di dunia, Realme V3, ditenagai oleh MediaTek.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA