Tips Aman Berkendara Era Adaptasi Kebiasaan Baru

IN
Oleh inilahcom
Kamis 31 Desember 2020
share
 

PANDEMI COVID-19 mengubah sebagian besar kebiasaan hidup masyarakat dalam beraktivitas, termasuk kebiasaan orang saat berkendara yang mengalami adaptasi baru disebabkan oleh kondisi pandemi saat ini.

Meski disarankan untuk di rumah saja, namun tidak menutup kemungkinan banyak orang yang masih harus melakukan aktivitasnya di luar rumah dengan berkendara seperti untuk bekerja dan berbelanja kebutuhan pokok.

Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, berbagi tips agar pengemudi aman berkendara dengan adaptasi kebiasaan baru. Berikut tipsnya seperti dikutip dari siaran resmi Garda Oto:

- Selalu gunakan sabuk pengaman secara benar

Berdasarkan fakta yang ditemukan pada pengendara saat pandemi lebih sedikit orang yang menggunakan sabuk pengaman atau safety belt, Marcell berpesan agar para pengendara selalu memastikan sabuk pengaman selalu terpasang dengan baik sebelum pergi berkendara.

"Pastikan terdengar bunyi 'klik' saat kepala safety belt dipasangkan. Selain itu pastikan juga safety belt terpasang dengan rapih, rapat dan rendah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Karena pemasangan safety belt yang benar akan meningkatkan keselamatan berkendara kita sebesar 42 persen," ujar dia.

- Bahaya jalan yang lengang, perhatikan jarak berhenti

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada bulan April tahun ini di AS jumlah kendaraan di jalan turun 63 persen dibanding tahun lalu, karena banyak yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal itu mengakibatkan jalanan lebih sepi dan banyak orang mengendarai kendaraannya dengan lebih kencang.

Insurance Business America menyebutkan, setidaknya ada 30 persen peningkatan di mana orang-orang mengemudi lebih dari 100km/jam dalam satu perjalanan.

Fokus pada kecepatan kendaraan pun menjadi hal yang perlu diperhatikan juga. Selain berpengaruh pada jarak berhenti, semakin kencang atau tinggi kecepatan kendaraan pengendara maka memerlukan jarak yang semakin jauh agar kendaraan tersebut dapat berhenti.

Jarak berhenti akan bertambah saat kondisi mengemudi berubah. Dia mengatakan, jarak reaksi dan jarak pengereman saat berada pada jalanan yang kering dan jalanan yang basah akan berbeda.

"Selain itu, kecepatan juga akan menambah jarak berhenti, misalnya pengendara dengan kecepatan 50km/jam masih bisa berhenti tepat waktu ketika akan menabrak sesuatu yang ada pada jarak 35 meter di depannya, dibandingkan dengan pengendara dengan kecepatan 70km/jam dengan jarak yang sama," jelas Marcell.

- Kebiasaan baru kegiatan otomotif

Marcell pun mengingatkan untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman, juga menjaga kesterilan eksterior dan interior kendaraan dengan mencuci kendaraan secara rutin.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA