Industri Otomotif AS Optimistis Hadapi 2021

IN
Oleh inilahcom
Kamis 07 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Detroit - General Motor (GM) sangat percaya diri bahwa 2021 penjualan mereka akan meningkat, hal itu terlihat pada laporan penjualan kuartal empat (Q4) 2020 yang menunjukkan hasil positif meski masih dalam keadaan masa pandemi.

Selain itu, para eksekutif menyuarakan optimisme bahwa penjualan yang sempat rendah pada periode April-Mei akan rebound dan berlanjut hingga 2021.

Mengutip Reuters, GM melaporkan adanya kenaikan 4,8 persen dalam penjualan AS pada kuartal keempat 2020, sementara Toyota Motor Corp dan Volkswagen AG mengalami kenaikan penjualan masing-masing 9,4 persen dan 10,8 persen.

Penurunan penjualan di AS terasa sekali, dari 17,1 juta pada 2019, menjadi sekitar 14,5 hingga 14,6 juta kendaraan saja di 2020.

Tetapi, dengan distribusi vaksin yang nantinya sudah menyebar, suku bunga yang rendah dan penghematan konsumen yang kuat, pemerintah setempat meyakinkan bahwa industri otomotif akan tumbuh lebih baik.

Pejabat Toyota mengatakan mereka mengharapkan penjualan kendaraan baru di AS pada 2021 sebesar 16 juta, sementara VW memperkirakan 15,6 juta.

"Kami siap untuk mengguncang 2021," kata David Christ, Wakil Presiden Grup Toyota Motor Amerika Utara dan manajer umum divisi Toyota, kepada wartawan melalui telepon konferensi, menggambarkan konsumen AS sebagai konsumen yang tangguh.

Kepala Eksekutif Volkswagen of America, Scott Keogh, juga menyetujui ekspektasi 2021 melalui sambungan telepon terpisah. "Saya sama optimisnya dengan orang lain," katanya.

Kepala Ekonom GM, Elaine Buckberg, mengatakan bahwa pembuat mobil AS melihat 'inflection point' bagi ekonomi AS di musim semi. Harga transaksi rata-rata pembuat mobil di Detroit per kendaraan baru mencapai rekor setahun penuh US$39.229 pada tahun 2020.

"Meluasnya tingkat vaksinasi dan cuaca yang lebih hangat akan memungkinkan konsumen dan bisnis untuk kembali ke aktivitas yang lebih normal, mengangkat pasar kerja, sentimen konsumen dan permintaan otomotif," kata Buckberg, dalam sebuah pernyataan.

Menurut konsultan industri Edmunds, konsumen yang memiliki uang lebih untuk membeli kendaraan baru pada saat situasi pandemi adalah orang yang tidak dapat menahan diri untuk mendapatkan mobil impian mereka.

"Uang muka rata-rata untuk kendaraan baru naik menjadi US$4.734 pada kuartal keempat (2020), dari yang hanya US$4.329 di tahun sebelumnya," ujar Edmunds.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA