https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 January 2021 - 10:00 wib

Musim Hujan, Ban Mobil Anda Butuh Perhatian Ekstra

berita-profile

Inilah

0

0

HAMPIR setiap hari hujan mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu Anda harus lebih waspada dalam berkendara, terutama berikan perhatian ekstra pada keempat ban mobil Anda.

Ban yang menggelinding di musim hujan semakin harus Anda perhatian. Air hujan yang turun akan melapisi permukaan jalan sehingga daya cengkeram ban berkurang. Jika tidak berhati-hati, mobil yang dikendarai dapat mengalami kecelakaan lalulintas.

Karena itu, langkah pertama yang harus dicamkan bila berkendara di tengah guyuran hujan adalah mengurangi kecepatan. Disarankan agar kecepatan cukup berkisar di angka 40 km/jam hingga 60 km/jam agar mobil lebih mudah dikendalikan saat melaju maupun bermanuver.

Kami juga sangat menganjurkan Anda untuk melengkapi pencegahan berikutnya.

Coba perhatikan kembang ban, apakah ketebalannya masih layak atau sudah mulai gundul? Kalau perlu, gantilah ban mobil yang sudah tampak botak. Di setiap dinding ban ada tanda yang dapat dijadikan patokan menentukan sudah aus atau tidaknya ban.

Bukan apa-apa, kembang ban membuat permukaan ban tidak rata. Inilah yang membuat gesekan antara ban dan permukaan jalan menjadi tidak licin. Kembang ban menghindari mobil selip.

Terkait dengan kembang adalah alurnya (pattern). Ban dengan spesifikasi Mud Terrain (MT) sangat tidak direkomendasi untuk musim hujan. Maka, gunakan ban dengan spesifikasi minimal All Terrain (AT).

Untungnya masalah ini tidak terlalu menjadi persoalan di Indonesia. Karena biasanya produsen ban sudah memasarkan ban yang dicocokkan dengan dua musim di Indonesia, yaitu hujan dan panas.

Selain mengurangi kecepatan dan memperhatikan kembang ban, periksa pula tekanan anginnya dan sesuaikan berapa besar tekanan yang dianjurkan pabrikan.

Ban yang kurang tekanan mengakibatkan kontur tengah permukaan terdorong ke atas (tidak menempel ke permukaan jalan). Sehingga, ban yang kurang tekanan angin otomatis juga akan semakin menurunkan daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.

Tapi jangan terlalu tinggi juga. Tekanan ban yang melebihi standar dapat mempercepat keausan ban, terutama di bagian tengah.

Tentu saja, faktor-faktor lain seperti kondisi rem untuk mengatur laju kendaraan, kondisi wiper agar pandangan tetap jernih, lampu-lampu, dan lain-lain tetap penting dan juga harus dicamkan dengan baik.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Per 1 September 2021, Gerbang Tol Cileunyi Baru Mulai Dioperasikan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) mulai mengoperasikan GT
berita-headline

Viral

Bendung Taliban dari Dunia Maya, Ini Langkah Facebook

Jatuhnya ibu kota Kabul, Afghanistan ke tangan kelompok bersenjata Taliban, membuat aplikasi What
berita-headline

Viral

Daftar Bank yang Raih Penghargaan Indonesia Top 40 Bank Awards 2021

Laju pertumbuhan ekonomi yang membaik pada kuartal kedua tahun 2021 sebaiknya harus dijaga bersama.
berita-headline

Inersia

Lagi Bertengkar Dengan Pasangan, Intip Cara Menjinakkan Hatinya

Lagi bertengkar dengan pasangan, bingung cara memulai obrolan atau gengsi kalau minta maaf duluan
berita-headline

Rileks

Tiga Faktor Penyebab Timbulnya Penyakit

INILAHCOM, Jakarta - Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pa