ByteDance Lagi Garap Aplikasi Mirip Clubhouse

IN
Oleh inilahcom
Senin 08 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Beijing - Perusahaan induk TikTok, ByteDance, dikabarkan tengah mengembangkan aplikasi berbasis audio mirip Clubhouse untuk dipakai di China.

Berdasarkan informasi dari dua nara sumber yang dirahasiakan, Reuters mewartakan bahwa aplikasi buatan ByteDance ini masih dalam tahap awal.

Kesuksesan Clubhouse tersebar ke berbagai negara di dunia, termasuk China, yang sejak Februari lalu memblokir aplikasi asal AS itu.

Di China, sebelum diblokir, Clubhouse menjadi ruang diskusi untuk membahas topik sensitif seperti kamp detensi Xinjiang dan isu kemerdekaan Hong Kong.

Sejak diblokir, aplikasi serupa Clubhouse menjamur di China. Xiaomi Corp pekan lalu meluncurkan aplikasi bernama Mi Talk, yang juga berbasis undangan, untuk pengguna profesional.

Aplikasi mengobrol yang beredar di China diperkirakan akan bisa mengakomodasi sensor dan pengawasan dari pemerintah.

Aplikasi Zhiya buatan Lizhi Inc, yang diluncurkan pada 2018 lalu, digunakan untuk membicarakan game atau bernyanyi, namun, pengguna harus menggunakan nama asli ketika mendaftar.

Menurut CEO Lizhi, Marco Lai, mendaftar dengan nama asli merupakan hal wajib di negara tersebut.

Penyelenggara livestreaming audio di China memiliki tim untuk mendengarkan dan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghilangkan konten yang tidak pantas, termasuk pornografi dan isu politik yang sensitif.

Aplikasi tersebut sempat dicabut oleh regulator China pada 2019, namun, diizinkan kembali setelah Lizhi memperbaiki Zhiya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA