Kencan Singkat Bersama Kamera Sony Alpha 7S III

IN
Oleh Ibnu Naufal
Kamis 11 Maret 2021
share
(inilahcom)

PELAN tetapi pasti, perkembangan teknologi kamera mirrorless menyeruak dalam fotografi pehobi atapun profesional. Produsen kamera mirrorless Sony, memastikan diri dan mengklaim Sony A7S III yang diluncurkan pada bulan September 2020 diperuntukkan untuk mereka yang hobi videografi maupun melakukan fotografi.

Lalu apa saja yang menjadi kriteria kamera ini menawarkan diri untuk perangkat foto serba bisa?

INILAHCOM secara singkat mencoba menelusuri apa yang dijanjikan oleh produsen kamera ini, terutama untuk foto yang membutuhkan fokus, baik itu kecepatan kamera dalam merekam gambar maupun kecepatan kinerjanya.

Mempertahankan bentuk bodi SLR Mirrorless 35mm full frame yang menjadi identitas generasi Sony Alpha sebelumnya, generasi ketiga di Sony a7s III ini memiliki berat tubuh 650 gram.

Dimensi tubuh kamera 128,9 x 96,9 x 69,7mm. Tidak banyak perubahan pada tombol fasilitas pada kamera ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya, juga pada resolusi gambar 24.2 megapiksel.

Satu yang membedakan adalah keberadaan joystick dan fungsi layar sentuh pada A7S III menurut saya merupakan fitur esensial karena sangat berguna membantu berpindah area fokus.

IMG20210218113114

Sony akhirnya, akhirnya memperbaiki sistem menu yang buruk dan sekarang menggunakan folder berjenjang seperti kamera Panasonic terbaru.

Hal ini membuatnya menjadi lebih mudah untuk menemukan pengaturan dan mengingat di mana Anda berada, meskipun beberapa hal seperti fungsi log masih agak sulit ditemukan.

IMG20210218113025

Dan lebih baiknya lagi, menu utama sangat cepat dapat dioperasikan sepenuhnya menggunakan layar sentuh 3 inci yang bisa diputar.

Dengan semua kamera Sony sebelumnya, layar sentuh hanya berguna untuk menyetel fokus sentuh.

Sekarang, Anda dapat menyesuaikan berbagai hal tanpa tombol apa pun, yang sangat berguna saat Anda merekam dengan tampilan yang bisa menghadap ke arah Anda sendiri.

Fitur utama

Sony A7S III memiliki fitur resolusi 12.1MP yang tersebar di sensor full-frame terbaru. Keputusan Sony untuk menjaga resolusi tetap rendah adalah keputusan tunggal.

Dengan persaingan dari Canon yang naik hingga 45MP dan mengemas pengambilan video 8K, A7S III dengan tegas tetap menggunakan piksel besar dan tutup 4K.

Tugasnya sederhana - untuk menjadi kamera video 4K terbaik, unggul dalam hal pengambilan ISO tinggi dan cahaya rendah.

Menjadi kamera Sony, A7S III juga menghadirkan sistem autofokus yang luar biasa dan dapat disesuaikan, dengan 759 titik AF deteksi fase dan pelacakan mata pada hewan dan manusia yang diklaim 30 persen lebih cepat daripada pendahulunya.

Ini berpadu dengan baik dengan stabilisasi optik dan elektronik, dengan yang terakhir hadir dengan crop factor kecil.

IMG20210218113101

Ada banyak sorotan lainnya: A7S III dapat menerima input analog dan digital dari hot-shoe mount-nya, menangkap 16-bit raw melalui HDMI saat merekam pada 4K / 60p untuk pertama kalinya, dan dilengkapi viewfinder 9,44MP - membuktikan bahwa fotografer belum sepenuhnya dilupakan.

Dynamic range kamera ini di ISO rendah sangat baik, bagian shadow saat foto pemandangan bisa diterangkan sampai sekitar 4 stop tanpa penurunan kualitas yang berarti.

Ini tentu merupakan kabar gembira bagi yang suka motret di kondisi kontras tinggi.

Sistem autofokus di kamera Sony tentunya sudah terkenal sejak Sony A6000 sampai Sony A7RIV, di A7SIII juga demikian, tapi ada peningkatan yaitu adanya touch tracking dan object tracking yang lebih terintegrasi.

Kinerja autofokus saat video juga baik untuk kondisi terang maupun gelap seperti malam hari.

Satu hal yang menarik adalah pilihan AF transition speed dan subject shift sensitivity dimana videografer kini bisa mengatur hingga 7 step untuk transition speed untuk peralihan fokus yang lembut dan menyerupai manual fokus dengan tangan.

Soal video, A7S III sanggup merekam video 4K pada 24 fps tanpa crop, video 4K pada 30 fps dengan crop 1,2x, dan video slow-motion 1080p pada 120 fps di mode S&Q.

Lengkap dengan dukungan S-log3 yang bisa disimpan ke SD card (8 bit 4:2;0) maupun ke HDMI out (8 bit 4:2:2) dan HLG (hybrid log gamma) yang berguna saat keadaan kontras tinggi.

Ya, kemampuan perekaman video 4K milik A7S III sudah terbilang mumpuni. Meskipun banyak yang masih membuat video pada 1080p mengambil footage 4K memiliki sejumlah keuntungan.

Misalnya bisa digunakan untuk bermain multi-angle, bisa zoom atau re-framing tanpa mengurangi kualitas saat kita me-render ke 1080p.

Sony A7S III juga punya alternatif kompresi baru XAVC HS yang lebih efisien 2 x kali lipat X-AVCS tapi dengan software tertentu.

Kualitas gambar

Dengan menggunakan lensa telefoto Sony FE 24-70mm F2.8 GM saya mencoba membidik subyek dengan menekan rana terus menerus tanpa henti (burst).

Sebelumnya, menyetel mode kamera pada posisi rana elektronik, kontinu kecepatan tinggi, pada pencahayaan manual dengan kecepatan rana 1/400, diafragma F6.3, ISO 3200, format JPEG dan untuk mempercepat proses transfer data, saya menggunakan SD card Tough 64 gigabyte.

Hasilnya cukup menakjubkan, kamera ini mampu melakukan burst, menghasilkan 340 bingkai gambar tanpa blackout, meskipun pada frame selanjutnya terasa mulai melambat.

Hasil burst pada kamera ini, kalau dihitung dengan perkalian 20 frame per detik, ini artinya kemampuan prosesor dalam tubuh kamera ini mampu melakukan 17 kali perekamkan gambar dalam 20 frame perdetiknya.

IMG20210218112843

Ini mungkin efek pembaruan pengembangan sensor CMOS tumpuk terdiri dari area piksel, memori integral dan dipadu dengan Prosesor BIONZ XR yang ditanam di badan kamera ini.

Secara umum, kualitas bidikan dari A7 III sangat bagus keunggulannya terletak di low light dan dynamic range-nya.

Penggunaan ISO tinggi pun hasilnya masih tetap minim noise dan di kondisi backlight detail tertangkap dengan sangat baik. Kualitas warna untuk skintone juga sudah membaik dibanding A7.

Untuk kebutuhan hobi fotografi basic ataupun semi pro, kualitasnya sudah lebih dari cukup. Demikian juga buat kerja/pro, dengan catatan bila Anda tidak perlu resolusi tinggi.

Kemampuan perekaman video 4K bagus, serta didukung koleksi lensa yang lengkap dan berkualitas (Zeiss, Sony GM).

DSC00589

DSC00683

DSC00578

DSC00721

DSC00535

DSC00454

DSC00442

DSC00734

Kesimpulan

Menurut kami, Sony A7S III adalah kamera yang serbaguna cocok untuk segala kebutuhan fotografi dan juga andal untuk kebutuhan video baik hobi maupun buat kerja (pro). Feel-nya professional dan fitur-fitur yang ada sangat memanjakan penggunanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Sony A7S III adalah salah satu kamera yang terbaik untuk fotografi dan videografi saat ini yang fleksibel untuk berbagai kondisi syuting. [ikh]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA