Usai Pandemi COVID-19

Industri Smartphone China Hadapi Tantangan Baru

IN
Oleh inilahcom
Minggu 14 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Beijing - Pengiriman smartphone di China mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, namun juga mengalami tantangan baru setelah dilanda pandemi COVID-19.

Awal 2020 lalu, manufaktur ponsel di China mengalami gangguan dan daya beli konsumen menurun karena pandemi.

Saat ini, industri ponsel dan perekonomian di China sebagian besar sudah pulih, tetapi sejumlah produsen justru menghadapi tantangan berupa kekurangan pasokan chipset.

Berbagai faktor mempengaruhi pasokan chipset yang turun, antara lain salah perhitungan permintaan, pabrik tutup, dan perang dagang antara AS dengan China.

Sejumlah perusahaan otomotif juga melaporkan kendala pasokan chipset pada akhir Desember lalu.

Kekurangan chipset ini melanda berbagai jenis perangkat keras, termasuk smartphone.

Akhir Februari lalu, wakil direktur di Xiaomi Corp, Lu Weibing, mengunggah di media sosial China soal 'kekurangan ekstrem' untuk pasokan chipset.

Xiaomi merupakan salah satu produsen yang memperbanyak produksi pada akhir tahun lalu, untuk memenuhi penjualan yang kuat karena sanksi AS terhadap Huawei Technologies Co Ltd.

Analis berpendapat kenaikan produksi ini berkontribusi terhadap kekurangan pasokan chipset.

Pengiriman smartphone di China naik 236,6 persen secara tahunan, menjadi 21,3 juta unit pada Februari lalu, berdasarkan data China Academy of Information adn Communication.

Angka tersebut naik dibandingkan Februari 2020 yang sebanyak 6,3 juta unit, dan lebih tinggi dibandingkan pencapaian Februari 2019, yaitu sebesar 14,9 juta.

Pasar smartphone di China sudah kembali seperti sebelum dilanda pandemi COVID-19, demikian laporan Reuters.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA