Hindari 5 Hal Ini Saat Berbisnis di E-Commerce

IN
Oleh inilahcom
Minggu 21 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menjadi seorang pebisnis tentu banyak tantangannya, tetapi di era serba digital ini sudah semakin banyak kiat dan trik agar Anda bisa meraih sukses di e-commerce.

Berbekal pengalamannya membangun bisnis di usia 25 tahun, Co-Founder Alona & Dropshipaja.com, Rico Huang, berbagi lima hal yang harus dihindari saat berbisnis di e-commerce.

1. Pola pikir yang kurang tepat

Merasa tahu segalanya dan segan menerima masukan dari orang lain adalah salah satu kesalahan umum para pebisnis baru.

Rico bahkan mengakui sempat memiliki pola pikir ini saat awal berbisnis yang berujung pada kebangkrutan usahanya. Hingga akhirnya ia mengubah sudut pandangnya agar bisa menerima, menyerap, dan mempraktikkan semua ilmu serta saran yang membangun dari berbagai pihak.

"Terkadang orang lain bisa melihat hal penting yang mungkin terlewat oleh kita, padahal hal itu mungkin signifikan untuk pertumbuhan bisnis. Jadi jika ada masukan positif dari orang lain, terutama sesama penjual, kenapa tidak kita dengarkan? Menerima masukan, bahkan kritik membangun dari orang-orang terdekat, dapat membantu bisnis untuk berkembang," kata Rico dalam dalam siaran resmi Lazada, Minggu (21/3/2021).

2. Tidak bergabung dengan komunitas

Menurut Rico, banyak juga pebisnis yang tidak meluangkan waktu cukup untuk bergabung dengan komunitas dan mencari jejaring. Ada yang karena terlalu sibuk mengurus operasional bisnis ataupun merasa diri introvert dan malu saat berinteraksi dengan orang baru.

Jelas penjual seperti ini tidak memanfaatkan komunitas penjual dengan maksimal, atau bahkan memilih untuk jalan sendiri dan tidak bergabung komunitas mana pun.

Padahal dengan bergaul di komunitas sesama penjual, tidak hanya ilmu yang bisa didapatkan, namun juga jejaring dan bahkan kesempatan bisnis.

3. Aku yang paling murah

Bagaimana kita bisa bersaing dengan kompetitor: jadi yang termurah atau jadi berbeda? Perdebatan itu takkan pernah habis.

Menurut Rico, tidak masalah bisnis kita menjadi yang termurah atau menjadi yang berbeda, asal kita bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan tersebut.

Misalnya, kelebihan menjadi yang termurah adalah di value dan omset yang tinggi serta biaya pemasaran yang rendah, namun nilai margin tipis sehingga terbatas untuk membangun sistem operasional yang baik.

Jika kita ingin menjadi yang berbeda, tentu kelebihannya adalah kita memiliki produk yang unik dan berbeda dari kompetitor, dan mungkin juga menawarkan promo bundling yang banyak dilakukan dalam kampanye-kampanye e-commerce yang menarik untuk konsumen.

Namun, tentu biaya pemasaran dan waktu riset produk menjadi lebih tinggi karena perlu membangun brand awareness terlebih dahulu.

Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan sehingga kita bisa menentukan strategi bisnis yang memang sesuai dengan tujuan akhir.

4. Menyerah sebelum mencoba

Jika belum apa-apa sudah menyerah, bagaimana kita bisa meraih sukses? Rico pun menyebutkan ada langkah-langkah yang kerap digunakan untuk mengevaluasi langkah bisnisnya yaitu Test (misalnya aktif beriklan di media sosial), Operate (beroperasi sesuai hasil iklan), Test (melakukan riset kembali dan merevisi keyword bila diperlukan), Exit (evaluasi dan belajar hal baru).

Intinya, gagal sekali bukan berarti akhir dari dunia. Terus lakukan evaluasi bisnis hingga bisa menemukan formula yang paling pas untuk bisnismu karena berjualan online harus serius, tak hanya sekadar memajang produk di e-commerce dan menunggu cuan datang.

5. Aku adalah superman

Ketika mengawali bisnis, semua hal masih dikerjakan sendiri, mulai dari marketing, administrasi, desain konten, foto produk, hingga pengemasan dan pengiriman barang.

Namun, seorang pebisnis harus mampu mendelegasikan tugas-tugas agar dapat fokus memikirkan strategi pengembangan bisnis.

Menurut Rico, seorang pebisnis yang baik tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri, tetapi juga harus bisa mengandalkan anggota timnya agar bisnis dapat berjalan dengan optimal.

Semakin besar bisnis, semakin banyak bantuan yang dibutuhkan pebisnis agar ia tidak terjerat pada rutinitas operasional semata.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA